Sabtu, 2 Mei 2026

NTT Terkini

OJK dan Pemprov NTT Siapkan Strategi Perkuat Ekonomi Daerah

Kegiatan ini merupakan upaya memperkuat sinergi antarinstansi dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, mendorong penguatan sektor unggulan

Tayang:
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT menyelenggarakan rapat koordinasi pembahasan ekonomi daerah di Kantor OJK Provinsi NTT. 

Ringkasan Berita:
  • Pemprov NTT bersama OJK menggelar rapat koordinasi pembahasan ekonomi daerah di Kantor OJK Provinsi NTT, Kamis (12/3/2026)
  • Kegiatan ini merupakan upaya memperkuat sinergi antarinstansi dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, mendorong penguatan sektor unggulan
  • Pembahasan dalam rapat difokuskan pada sejumlah isu strategis, antara lain pertumbuhan ekonomi, pengendalian inflasi, penguatan sektor unggulan lokal

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT menyelenggarakan rapat koordinasi pembahasan ekonomi daerah di Kantor OJK Provinsi NTT, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan ini merupakan upaya memperkuat sinergi antarinstansi dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, mendorong penguatan sektor unggulan, serta memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha produktif di NTT.

Dalam rilis yang diterima POS-KUPANG.COM, Rabu (18/3/2026), rapat tersebut dihadiri Gubernur NTT Melki Laka Lena, Kepala OJK Provinsi NTT Yan Jimmy Hendrik Simarmata, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT Adidoyo Prakoso, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi NTT Adi Setiawan, serta Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi NTT Matamira B. Kale.

Turut hadir jajaran Organisasi Perangkat Daerah Pemprov NTT, akademisi, lembaga jasa keuangan, dan unsur asosiasi profesi ekonomi.

Pembahasan dalam rapat difokuskan pada sejumlah isu strategis, antara lain pertumbuhan ekonomi, pengendalian inflasi, penguatan sektor unggulan lokal, peningkatan investasi, serta optimalisasi akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sektor pertanian menjadi perhatian utama mengingat kontribusinya yang besar terhadap struktur ekonomi NTT, sekaligus potensinya untuk terus diperkuat melalui dukungan pembiayaan, peningkatan produktivitas, serta pengembangan rantai nilai berbasis potensi lokal.

Dalam arahannya, Gubernur NTT Melki Laka Lena menegaskan penguatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan instrumen penting dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan UMKM di NTT.

Menurutnya, akses pembiayaan yang mudah, cepat, dan terjangkau akan membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, serta memperkuat daya saing produk lokal.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan sektor produktif berbasis potensi riil wilayah, seperti pertanian, peternakan, dan perikanan, sebelum masuk ke tahap hilirisasi dan industrialisasi agar transformasi ekonomi berjalan kokoh dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi NTT Yan Jimmy Hendrik Simarmata menegaskan komitmen OJK dalam memperkuat ekosistem pembiayaan bagi UMKM.

Baca juga: OJK Dorong Literasi Keuangan Syariah Mahasiswa Lewat GERAK Syariah 2026

“Dengan dukungan pembiayaan yang lebih mudah, terjangkau, serta didukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, diharapkan UMKM di NTT dapat tumbuh lebih kuat, berdaya saing, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Secara struktur ekonomi, NTT masih didominasi usaha berskala kecil, di mana sekitar 99,45 persen unit usaha merupakan usaha mikro dan kecil, dengan dominasi pada sektor perdagangan dan usaha rumah tangga.

Dari sisi pembiayaan, penyaluran KUR di Provinsi NTT hingga Februari 2026 mencapai Rp483 miliar atau tumbuh sekitar 13,73 persen secara tahunan (year on year).

Melalui rapat ini, seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat efektivitas penyaluran KUR agar lebih tepat sasaran, khususnya bagi pelaku usaha produktif di sektor prioritas seperti pertanian, peternakan, perikanan, industri pengolahan, dan usaha berbasis potensi lokal.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved