NTT Terkini
Pemerintah Harus Segera Karantina Kucing dan Anjing
Dikatakan, saat ini isolasi atau karantina wilayah dan pengkandangan menjadi alternatif sambil terus mengupayakan vaksinasi secara gencar.
Penulis: Elisabeth Eklesia Mei | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei
POS-KUPANG.COM, KUPANG — "Kasus yang terjadi saat ini memang tidak seperti biasanya. Hewan yang sudah dikenal luas masyarakat dalam penularan rabies adalah anjing, sedangkan kucing baru kali ini dalam skala besar,"
Demikian disampaikan Kepala Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian Kepada Masyarakat UCB, Vinsensius Belawa Lemaking SKM.,M.Kes, Selasa (17/3/2026).
Menurut Vinsensius, selama ini pemerintah hanya mengantisipasi hewan anjing sedangkan kucing belum menjadi prioritas. Dan ini menjadi masalah besar karena kucing merupakan hewan rumahan yang paling banyak disayang oleh orang-orang di rumah.
"Upaya yang dilakukan Pemerintah adalah segera mengkarantina semua hewan terutama kucing yang ada di tempat kejadian dengan radius atau jangkauan yang luas," kata Vinsen sapaan Vinsensius Belawa Lemaking.
Baca juga: Dinas Peternakan NTT Catat Sebanyak 179.716 Dosis Vaksin Rabies Hewan Tahun 2026
Dijelaskan, vaksinasi harus segera dilakukan pada daerah tersebut secara massif untuk mencegah, dan menghinbau seluruh warga mengkandangkan semua hewan seperti anjing dan kucing.
Vaksinasi selama ini berjalan seteengah hati. Minimnya anggaran dan terbatasnya tenaga membuat vaksinasi belum mencapai angka 80 persen. Ini persoalan besar disisi pemerintah apalagi ditengah efisiensi seperti saat ini.
Vinsen juga mengatakan, masyarakat wajib menyadari bahaya rabies, karena itu, penyuluhan terkait rabies harus gencar dilakukan dan perlu sanksi jika ada yang melawan imbauan pemerintah untuk vaksin ataupun mengkandangkan hewan.
"Memang berat mengubah kebiasaan Masyarakat apalagi anak-anak dan para ibu yang pencinta kucing. Namun bagaimanapun juga perlu dilakukan pencegahan agar tidak ada nyawa yang melayang sia-sia," ujarnya.
Dikatakan, saat ini isolasi atau karantina wilayah dan pengkandangan menjadi alternatif sambil terus mengupayakan vaksinasi secara gencar.
Vaksinasi adalah pilihan terbaik jika tak ingin terjadi lagi KLB rabies seperti ini.
"Semua ini ada di tangan pemerintah mau memprioritaskan yang mana. Kita boleh membangun dalam ketetnya efisiensi namun penyakit yang satu ini juga wajib kita eliminasikan," pungkasnya. (mey)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Vinsensius-Belawa-Lemaking-SKMMKes-Kepala-Lembaga-Penelitian.jpg)