Kucing Rabies Gigit Warga Belu
Petugas Sisir Enam RT di Kelurahan Manumutin, 184 Anjing dan Kucing Divaksin
Selain melakukan vaksinasi, petugas juga melakukan pendataan terhadap hewan peliharaan milik warga serta memberikan edukasi
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Edi Hayong
Ringkasan Berita:
- Tim Kelompok Kerja (Pokja) Rabies telah melakukan penyisiran dan vaksinasi hewan penular rabies
- Kegiatan vaksinasi ini merupakan langkah cepat pemerintah daerah setelah kasus gigitan kucing positif rabies
- Tim yang diturunkan dalam kegiatan ini berjumlah sekitar 30 petugas yang dibagi dalam beberapa kelompok
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA- Tim Kelompok Kerja (Pokja) Rabies dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Belu termasuk BPBD dan Dinkes Belu telah melakukan penyisiran dan vaksinasi hewan penular rabies (HPR) di Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua.
Pada hari pertama, Senin (16/3/2026), sebanyak 184 ekor hewan berhasil divaksin.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Belu, Yoos Djami, mengatakan kegiatan vaksinasi ini merupakan langkah cepat pemerintah daerah setelah kasus gigitan kucing positif rabies yang menyerang 11 warga di wilayah tersebut.
Pada hari pertama pelaksanaan, tim menyasar sejumlah wilayah di Kelurahan Manumutin, yakni RT 09, RT 10, RT 11, RT 12, RT 13 dan RT 14.
Baca juga: Pasca Kasus Gigitan Kucing Rabies, Tim Pokja Disnak Belu Sisir dan Vaksinasi HPR di Manumutin
“Pada hari pertama kami melakukan vaksinasi di enam RT di Kelurahan Manumutin,” ujarnya. Selasa (17/3/2026).
Dari kegiatan tersebut, petugas berhasil memvaksinasi sebanyak 184 ekor hewan penular rabies, yang terdiri dari 107 ekor anjing dan 77 ekor kucing.
Selain itu, petugas juga mendata hewan yang belum berhasil divaksin karena berbagai kendala di lapangan.
“Masih ada 122 ekor hewan yang belum divaksin, terdiri dari 73 ekor anjing dan 49 ekor kucing. Hari ini kami lanjut lagi penyisiran,” jelasnya.
Menurut Yoos, kegiatan penyisiran dan vaksinasi ini merupakan bagian dari upaya pengendalian rabies setelah hasil pemeriksaan laboratorium memastikan kucing yang menggigit warga di wilayah Kuneru, Kelurahan Manumutin, positif rabies.
Baca juga: Cegah Kucing Rabies, DPRD Sumba Timur Minta Pengawasan HPR dari Luar Diperketat
Ia menambahkan, tim yang diturunkan dalam kegiatan ini berjumlah sekitar 30 petugas yang dibagi dalam beberapa kelompok untuk menyisir seluruh wilayah kelurahan.
Selain melakukan vaksinasi, petugas juga melakukan pendataan terhadap hewan peliharaan milik warga serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi hewan penular rabies.
Sebelumnya, seekor kucing yang dinyatakan positif rabies dilaporkan menggigit 11 warga di Kelurahan Manumutin pada Sabtu hingga Minggu (14–15/3/2026). Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis di puskesmas dan menjalani vaksinasi anti rabies.
Pemerintah daerah juga memastikan ketersediaan vaksin rabies untuk penanganan kasus tersebut. Dinas Peternakan Belu mencatat stok vaksin hewan masih tersedia sekitar 18 ribu dosis, sementara Dinas Kesehatan juga menyiapkan vaksin anti rabies (VAR) dan serum anti rabies (SAR) bagi korban gigitan.
Kasus ini menjadi perhatian karena merupakan kasus pertama gigitan rabies oleh kucing yang tercatat di Kabupaten Belu, bahkan tergolong jarang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur. (gus)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Peternakan-dan-Perikanan-Kabupaten-Belu-Yoos-Djami.jpg)