Minggu, 19 April 2026

NTT Terkini 

BMKG Peringatkan 7 Wilayah di NTT Siaga Hujan Lebat Hingga Sangat Lebat

Pada 17 Maret 2026, hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Malaka, TTS, Kabupaten Kupang, Manggarai Timur, Ngada dan Rote Ndao.

Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
HUJAN - Tampak pengendara di Kota Kupang, NTT ketika melintas pada salah satu jalan utama saat hujan, Jumat, (13/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG memperingatkan tujuh wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk bersiaga terhadap cuaca hujan lebat hingga sangat lebat 
  • Tujuh wilayah yang dimaksud adalah Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Kabupaten Kupang, TTS, Malaka dan Rote Ndao
  • Kepala Stasiun Maritim Tenau Kupang Yandri E. Tungga menambahkan, pola angin di NTT umumnya bergerak dari Barat Daya - Barat laut dengan kecepatan angin berkisar 6 - 30 knot

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG memperingatkan tujuh wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk bersiaga terhadap cuaca hujan lebat hingga sangat lebat. 

BMKG menyebut, cuaca itu akan terjadi pada 16 Maret 2026. Adapun tujuh wilayah yang dimaksud adalah Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Kabupaten Kupang, TTS, Malaka dan Rote Ndao. 

Pada 17 Maret 2026, hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Malaka, TTS, Kabupaten Kupang, Manggarai Timur, Ngada dan Rote Ndao.

Dalam dua hari itu, Sabu Raijua berpeluang dilanda angin kencang. 

Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan, Minta Sejumlah Wiayah di Indonesia Siaga Hujan Lebat 15-16 Maret 2026

"Dinamika Atmosfer skala regional, yaitu menguatnya Monsun Asia dan Gelombang Atmosfer Low yang memberikan dampak terhadap kondisi cuaca di wilayah NTT," kata Kepala Stasiun Meteorologi Kupang, Sti Nenotek, Minggu (15/3/2026). 

Dia mengatakan, BMKG mendeteksi adanya sistem tekanan rendah di wilayah Derby, Australia bagian Utara sehingga membentuk daerah pertemuan dan perlambatan angin di wilayah NTT. 

Hal itu, menurut Nenotek, dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan dan berpotensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat serta peningkatan kecepatan angin.

Sisi lain, kata dia, BMKG juga memperkirakan kelembapan udara pada lapisan 850 hingga 500 milibar terpantau cukup tinggi berkisar antara 70 persen-90 % , mendukung pertumbuhan awan hujan secara vertikal di wilayah NTT.

"Waspada dampak hujan sedang hingga sangat lebat yang disertai petir dan angin kencang yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi," ujarnya. 

Kepala Stasiun Maritim Tenau Kupang Yandri E. Tungga menambahkan, pola angin di NTT umumnya bergerak dari Barat Daya - Barat laut dengan kecepatan angin berkisar 6 - 30 knot. 

Kecepatan angin tertinggi terpantau di selat Sape, perairan Flores, selat Sumba, Laut Sawu, perairan Selatan Sumba, perairan Sabu - Raijua, dan perairan selatan Timor - Rote. Ia meminta agar mewaspadai awan cumulonimbus. Kondisi itu bisa meningkatkan tinggi gelombang serta perubahan arah dan kecepatan angin secara signifikan dan tiba-tiba.

Yandri menyebut, tinggi gelombang 1 sampai 2,5 meter kemungkinan akan terjadi di selat Sape Bagian Selatan, perairan Selatan Flores, selat Sumba Bagian Barat, Laut Sawu, selat Ombai, perairan Selatan Sumba, perairan Utara Sabu - Raijua, perairan Utara Timor, perairan Utara Kupang - Rote, perairan Selatan Sabu - Raijua, dan perairan Selatan Timor - Rote.  (fan)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved