Jumat, 17 April 2026

NTT Terkini

Demplot Jagung NK Sumo Sakti di Lembata Jadi Role Model, Percepat Swasembada Pangan dari Desa

Demplot yang dikelola PT SMJ ini tidak sekadar lahan percontohan, tetapi juga menjadi laboratorium lapangan bagi para petani.

Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
KEBUN CONTOH - Kebun contoh atau demplot jagung hibrida NK Sumo Sakti seluas 3,5 hektare di Desa Petuntawa, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kebun contoh atau demplot jagung hibrida NK Sumo Sakti seluas 3,5 hektare di Desa Petuntawa, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, menjadi harapan baru bagi percepatan swasembada pangan di Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Pada usia 45 Hari Setelah Tanam (HST), pertumbuhan tanaman menunjukkan perkembangan yang signifikan dan dinilai potensial mendongkrak produktivitas jagung di wilayah tersebut.

Demplot yang dikelola PT SMJ ini tidak sekadar lahan percontohan, tetapi juga menjadi laboratorium lapangan bagi para petani.

Berbagai teknik budidaya modern diterapkan, mulai dari penggunaan benih unggul, manajemen air, pengendalian hama dan penyakit, hingga pola pemupukan yang tepat.

Baca juga: Lembata Siapkan Infrastruktur Ekspor Daging Babi Organik ke Timor Leste

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz B. O. Wanda menyebut, pengembangan demplot jagung hibrida seperti di Desa Petuntawa merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Model demplot ini sangat penting sebagai sarana pembelajaran langsung bagi petani. Mereka bisa melihat sendiri proses pertumbuhan tanaman, teknik budidaya yang benar, serta cara mengatasi kendala di lapangan. Ini jauh lebih efektif dibandingkan hanya teori,” ujarnya, Selasa (24/2/2026). 

Menurutnya, pendekatan berbasis praktik lapangan akan mempercepat transfer teknologi pertanian kepada petani. Dengan demikian, produktivitas dan kualitas hasil panen diharapkan meningkat secara signifikan.

Joaz menjelaskan, kolaborasi antara petani, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, dan pihak swasta seperti PT SMJ menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

Sinergi ini membuka ruang berbagi informasi, pengalaman, dan inovasi demi meningkatkan daya saing petani lokal.

“Kalau produktivitas meningkat dan kualitas jagung membaik, maka petani kita akan lebih kompetitif, baik di pasar lokal maupun nasional. Ini bukan hanya soal panen, tetapi juga soal peningkatan kesejahteraan,” katanya. 

Ia juga mengatakan, peningkatan produksi jagung lokal akan berdampak langsung pada pengurangan ketergantungan pasokan dari luar daerah. Dalam jangka panjang, langkah ini akan memperkuat fondasi swasembada pangan di NTT.

Demplot di Desa Petuntawa diharapkan menjadi role model bagi kecamatan dan kabupaten lain di NTT.

Dengan semangat kolaborasi dan penerapan teknologi budidaya yang tepat, sektor pertanian di Kabupaten Lembata diyakini mampu berkembang lebih maju dan berkelanjutan.

“Kalau model ini direplikasi secara konsisten di berbagai wilayah, saya optimistis NTT bisa menjadi daerah yang kuat dalam produksi jagung dan semakin mandiri dalam pemenuhan kebutuhan pangan,” kata Joaz. (fan) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved