Breaking News
Rabu, 3 Juni 2026

Manggarai Timur Terkini

Warga Borong Minta Bangun Tembok Pagar pada Jurang Bekas Longsor di Golo Loni

Warga Borong meminta kepada Kementerian PU melalui PPK Jalan Nasional untuk segera membangun tembok di jurang bekas longsor

Tayang:
Penulis: Robert Ropo | Editor: OMDSMY Novemy Leo
POS-KUPANG.COM/POS KUPANG/ROBERT ROPO
JURANG - Jurang yang terjadi akibat longsor di bahu jalan Nasional Ruteng-Borong tepatnya di Lerang, Kabupaten Manggarai Timur yang belum dibangun pagar.  
Ringkasan Berita:
  • Warga pengguna jalan Nasional Borong-Ruteng meminta kepada Kementerian PU melalui PPK Jalan Nasional untuk segera membangun tembok dan pagar di jurang bekas longsor tepatnya di Lerang,  Desa Golo Loni, Kecamatan Ranamese, Manggarai Timur. 
  • Permintaan itu disampaikan Ano Jusasmin, Ratna Labus, dan pengguna jalan lainya ketika ditemui Pos Kupang, di lokasi, Senin (23/2).
  • Ano Jusasmin mengatakan, kejadian longsor itu diperkirakan sekitar awal tahun 2025 lalu, namun hingga kini belum ditangani.

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, BORONG - Warga pengguna jalan Nasional Borong-Ruteng meminta kepada Kementerian PU melalui PPK Jalan Nasional untuk segera membangun tembok dan pagar di jurang bekas longsor tepatnya di Lerang,  Desa Golo Loni, Kecamatan Ranamese, Kabupaten Manggarai Timur. 

Permintaan itu disampaikan Ano Jusasmin, Ratna Labus, dan sejumlah pengguna jalan lainya ketika ditemui Pos Kupang, di lokasi, Senin (23/2).

Ano Jusasmin mengatakan, kejadian longsor itu diperkirakan sekitar awal tahun 2025 lalu, namun hingga kini belum ada pembangunan tembok atau pagar permanen pembatas jala  dan jurang itu. 

"Hal ini tentu sangat membahayakan bagi pengguna jalan, apalagi jurangnya dalam sekali sekitar 50 meter," ujar Ano, diamini Ratna dan warga lainya. 

Ratna menambahkan, kondisi itu perlu secepatnya ditangani dengan cara membangun tembok beton dan pagar pemanen dipinggir jurang sehingga tidak berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan sekaligus tidak memutuskan badan jalan. 

"Ini kalau dibiarkan terus tentu sangat berpotensi telan korban dan juga kalau terjadi hujan dengan intensitas tinggi maka akan  terjadi longsor susulan dan berpotensi memutuskan badan jalan ini," ujar Ratna. 

Pantauan Pos Kupang, di lokasi terlihat jurang bekas longsor itu dengan kedalaman sekitar 50 meter dan lebar mencapai 20 meter lebih. Jarak antara bibir jurang dengan bahu jalan aspal hanya sekitar 1 meter. 

Tampak terlihat ada bekas retakan diarea rabat bahu jalan dekat jurang itu. Di lokasi terlihat juga telah dibangun pondasi pembatas menggunakan bata dengan tinggi sekitar 15 Cm dan diberi warna kuning. (rob) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS 

 

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved