Kamis, 23 April 2026

Anak Tenggelam di Sumba Barat Daya

Keluarga Korban Pasrah, Pencarian Aldianto Mete Terhambat Cuaca Buruk

Kini, keluarga berharap pemerintah dan tim Basarna terus membantu melakukan pencarian hingga menemukan korban.

Penulis: Petrus Piter | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
SISIR PANTAI - Tim SAR Gabungan menyisir pantai untuk melakukan pencarian korban tenggelam di Pantai Waibuku. Tim SAR tidak bisa menurunkan peralatan karena gelombang sangat tinggi. 

Keluarga   korban  Pasrah,  Pencarian  Aldianto Terhambat Cuaca Buruk

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM, TAMBOLAKA - Keluarga korban Aldianto Mete, seorang siswa sekolah dasar  yang  tenggelam  bersama dua rekannya di Pantai Waibuku  di  Desa Waimaringi, Kecamatan Kodi Bhalagar, Sumba Barat Daya, Senin (26/1/2026),  mengaku pasrah  menerima kenyataan tim  pencarian korban mengalami kendala karena terkendala gelombang besar.

Meski demikian, keluarga berharap anaknya Aldianto Mete dapat ditemukan. Keluarga berharap tim Basarnas  dapat melanjutkan pencarian keesokan harinya,  Rabu 28 Januari 2026 dengan menggunakan peralatan setelah hari ini gagal menggunakan peralatan akibat cuaca buruk.

Demikian harapan keluarga korban yang disampaikan Kepala Desa Waimaringi, Kecamatan Kodi Bhalagar, Sumba Barat Daya,  Petrus Pati Dita didampingi salah seorang keluarga korban  yang menyaksikan langsung pencarian korban di Pantai Waibuku, Sumba Barat Daya, Selasa 27 Januari 2026 siang.

Baca juga: Tim Basarnas Waingapu Siap Lakukan Pencarian Korban Tenggelam di Pantai Waibuku

Menurut Pati Dita, ke-3 anak korban tenggelam itu, pergi ke Pantai Waibuku sekitar pukul 13.00 wita tanpa sepengetahuan orang tuanya. Sebab pada saat bersamaan orang tua sedang di kebun.

Ketiga anak pergi bermain di pantai dan ingin melihat sebuah bangkai kapal yang  terdampar di pantai itu.

Diduga karena asyik bermain dan gelombang datang tiba-tiba menyeretnya. 

Orang tua baru mengetahui hal itu setelah diberitahu anggota keluarganya, ke-3 anak itu terseret gelombang deras sekitar pukul 14.00 wita.

Keluarga  berusaha mencari  hingga malam hari tetapi beium ditemukan.

Dua korban lainnya ditemukan masyarakat, Selasa 27 Januari 2026 sekitar pukul 07.00 wita.

Kini, keluarga berharap pemerintah dan tim Basarna terus membantu melakukan pencarian hingga menemukan korban.

Seperti disaksikan POS-KUPANG.COM, tim Basarnas Waingapu, Sumba Timur tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 11 30 wita. Sesaat tiba, tim Basarnas melakukan koordinasi dengan Kepala BPBD SBD, Stefanus Malo, S.I.P, Camat Kodi Bhalagar, Paskalis Mada, Kapolsek, Kepala Desa dan lainnya untuk memutuskan upaya pencarian.  Sementara itu puluhan masyarakat hanya menyaksikannya dari pinggir pantai.

Koordinator Pos Sar Waingapu, P.Kapitan dalam kesempatan itu mengatakan berdasarkan pengamatan sekilas terhadap kondisi cuaca, gelombang laut masih sangat deras. Untuk itu, tim Sar tidak bisa.menurunkan peralatan untuk mendukung upaya pencarian korban tenggelam, Aldianto. Yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan pencarian manual, sisir sepanjanga pantai untuk mencari korban.

Selanjutnya, tim.Basarnas bersama pemerintah dan masyarakat berjalan menyisir ke arah barat Pantai Waibuku untuk mencari korban. Namun dalam perjalanan kurang lebih satu jam lamanya terpaksa berhenti karena gelombang semakin deras.

Tim Basarnas memutuskan beristirahat, lalu melanjutkan pada sore hari. Ternyata cuaca gelombang laut tetap besar sehingga tim Basarnas memutuskan melanjutkan pencarian besok pagi, Rabu 28 Agustus 2026 bila cuaca membaik.  (pet)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved