Selasa, 12 Mei 2026

NTT Terkini

Banjir Rob Berpeluang Melanda Pesisir Flores, Sumba Hingga Timor 

Sedangkan, tinggi gelombang 2,5 - 4,0 meter berpeluang terjadi di Selat Sumba Bagian Barat, Laut Sawu, Perairan Selatan Sumba. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
BANJIR ROB - Seorang warga Desa Tablolong Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang sedang berjalan melihat banjir rob melanda desa itu. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Banjir rob atau pesisir berpeluang melanda pesisir Pulau Flores, Sumba hingga Timor. 

Kepala Stasiun Maritim Tenau Kupang Yandri Tungga menjelaskan, banjir pesisir merupakan peristiwa naiknya permukaan air laut ke daratan pesisir pantai yang disebabkan oleh air laut pasang atau curah hujan yang
tinggi, kemudian menyebabkan daerah disekitarnya tergenang oleh air laut. 

"Adanya Fenomena Fase Bulan Baru pada tanggal 19 Januari 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum," kata Yandri, Jumat (23/1/2026). 

Baca juga: Waspadai Banjir Rob Gelombang Tinggi, Dari Tanggal 31 Desember 2025 – 3 Januari 2026

Berdasarkan pantauan prediksi pasang surut, kecepatan angin, tinggi gelombang, dan potensi hujan sedang hingga lebat maka dapat mempengaruhi dinamika pesisir di wilayah NTT berupa potensi banjir pesisir .

Untuk itu, masyarakat pesisir pantai diimbau waspada adanya potens fenomena banjir rob yang diprediksi terjadi pada tanggal 24 Januari 2026 - 26 Januari 2026.

"Di wilayah Pesisir Pulau Flores - Alor, pesisir Pulau Sumba, Pulau Sabu - Raijua, pesisir Pulau Timor - Rote," katanya. 

Hal ini dapat berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat.

"Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG," ujarnya. 

Sementara itu, tinggi gelombang 1,25 - 2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Sape Bagian Utara , Selat Sape Bagian Selatan, Perairan Utara Flores, Selat Flores - Lamakera, Selat Pantar, Selat Alor, Perairan Selatan Flores,
Perairan Selatan Alor - Pantar, Selat Sumba Bagian Timur, Selat Ombai, Selat Pukuafu. 

Sedangkan, tinggi gelombang 2,5 - 4,0 meter berpeluang terjadi di Selat Sumba Bagian Barat, Laut Sawu, Perairan Selatan Sumba. 

Kemudian, di perairan Utara Sabu - Raijua, Perairan Utara Timor,  Perairan Utara Kupang - Rote, Perairan Selatan Sabu- Raijua, dan Perairan Selatan Timor - Rote. 

Kepala Stasiun Meteorologi Kupang Sti Nenotek mengatakan, BMKG memantau adanya bibit siklon tropis 91S di sekitar Samudra Hindia Barat Daya NTT. 

Hal itu membentuk daerah belokan, perlambatan dan pertemuan angin di wilayah NTT serta aktifnya Madden Julian Oscillation (MJO) yang meningkatkan potensi terjadinya hujan di wilayah NTT. 

"Bibit siklon tropis 91S memiliki peluang Tinggi untuk menjadi Siklon Tropis dalam periode 24 jam kedepan dan bergerak perlahan ke arah Tenggara," ujarnya. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved