Rabu, 22 April 2026

Longsor di Manggarai Timur

Ini Identitas Dua Warga Manggarai Timur yang Diduga Tertimbun Longsor

Kedua korban mengalami luka-luka dan kini sudah dilarikan ke Puskesmas Benteng Jawa untuk mendapatkan perawatan medis.

Penulis: Robert Ropo | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
BENCANA LONGSOR -- Tanah longsor kembali melanda Kampung Pau, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Kamis (22/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Terjadi bencana tanah longsor di Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur
  • Diduga empat warga tertimbun longsor
  • Dua warga sudah ditemukan selamat, dua lainnya belum ditemukan

 

 Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, BORONG -- Bencana alam berupa tanah longsor yang terjadi di Kampung Pau, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 15.00 Wita menimbun empat orang warga. 

Dari jumlah itu, 2 orang korban selamat dan berhasil dievakuasi yakni Albina Ria (49) dan anak bungsunya Apri Nikolaus Acan (3).

Kedua korban mengalami luka-luka dan kini sudah dilarikan ke Puskesmas Benteng Jawa untuk mendapatkan perawatan medis.

Sedangkan 2 korban lainya yaitu Yustina Mira, warga Kampung Tuwa, Desa Goreng Meni, dan Theresia Resem, warga Tontong, Desa Compang Weluk, Kecamatan Lamba Leda Selatan masih hilang diduga tertimbun longsor. 

Baca juga: Titik Longsor Terbesar Terjadi di Desa Goreng Meni Kecamatan Lamba Leda

Sekertaris Camat Lamba Leda, Rikardus Samin, S.Pd, menyampaikan itu kepada TRIBUNFLORES.COM, melalui sambungan telepon, Kamis malam. 

Pasca kejadian, kata Rikardus ia langsung bersama staf Kecamatan Lamba Leda, Babinsa, Pemerintah Desa Goreng Meni dan masyarakat melakukan upaya pencarian secara manual di lokasi. Namun pencarian tidak berhasil ditemukan. 

Proses pencarian kata dia, akan dilanjutkan esok hari, sebab di lokasi kondisi gelap gulita dan rawan longsor. 

"Besok hari kita akan lanjutkan pencarian kedua korban. Mohon doa, semoga kedua korban segera ditemukan," ungkapnya. 

Rikardus juga mengatakan, bencana longsor ini juga selain menelan korban jiwa, juga menimbun area persawahan padi, kebun, tambak ikan warga, rumah milik warga Kongradus Lasa, dan halaman depan SDK Meni.

Dampak lain longsor adalah jaringan listrik menuju kampung Tuwa Desa Goreng Meni putus total, sebab longsor itu memutuskan jaringan listrik. 

"Kampung yang terisolasi total itu kampung Tuwa di situ ada kapela Stasi meni dan SDK Meni," ujarnya. 

Dampak padamnya listrik tersebut, kata dia, jaringan atau sinyal hilang total. (rob) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved