Human Interest Story
FEATURE: Nataru di Kota Kupang, Suara Terompet Geser Kembang Api
MENJELANG akhir tahun, suasana Kota Kupang mulai dipenuhi bunyi khas yang tak kalah meriah dari dentuman kembang api.
Ringkasan Berita:
- Bunyi terompet ini sudah mulai terdengar saat malam Natal 24 Desember 2025 lalu. Suara terompet saling beradu dengan detuman kembang api yang selama ini identik dengan malam pergantian tahun.
- Fenomena ini turut dirasakan Wigen Selly (19), pedagang kembang api dan terompet yang mengaku pendapatannya bisa mencapai Rp 600 ribu dalam satu hari.
- Menurutnya, terompet justru menjadi barang paling laris dibandingkan kembang api. Terompet dijual dengan harga Rp 40 ribu per buah.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tari Rahmaniar Ismail
POS-KUPANG.COM, KUPANG - MENJELANG akhir tahun, suasana Kota Kupang mulai dipenuhi bunyi khas yang tak kalah meriah dari dentuman kembang api. Suara terompet plastik kini terdengar hampir di setiap sudut Kota Kupang.
Bunyi terompet ini sudah mulai terdengar saat malam Natal 24 Desember 2025 lalu. Suara terompet saling beradu dengan detuman kembang api yang selama ini identik dengan malam pergantian tahun.
Fenomena ini turut dirasakan Wigen Selly (19), pedagang kembang api dan terompet yang mengaku pendapatannya bisa mencapai Rp600 ribu dalam satu hari.
Menurutnya, terompet justru menjadi barang paling laris dibandingkan kembang api.
Terompet dijual dengan harga Rp40 ribu per buah.
Dalam sehari, Wigen mampu menjual hingga 10-16 terompet. “Khusus terompet bisa dapat Rp 400 ribu sampai Rp 500 ribu satu hari,” ujar Wigen, Senin (29/12).
Sementara itu, kembang api dijual dengan harga mulai dari Rp10 ribu per pak, berisi 10 batang, dengan bagian dalam terisi sekitar lima biji yang tidak meledak hingga Rp 1 Juta dengan keunggulan 100 kali ledakan.
Meski kembang api masih diminati, pamornya mulai tersaingi oleh terompet yang dinilai lebih praktis dan aman.
Pantauan Pos Kupang di sejumlah ruas jalan Kota Kupang khususnya Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM) menunjukkan suasana semakin semarak hingga malam hari. Beberapa anak muda terlihat membunyikan terompet plastik saat berkendara, sementara yang lain meniup terompet sambil berjalan kaki bersama teman-temannya.
Suara terompet terdengar bersahut-sahutan, menciptakan atmosfer unik yang mengundang perhatian.
Sejumlah masyarakat mengaku terhibur dengan fenomena ini. Maria Shelyn (45), warga Kota Kupang, mengatakan suara terompet menghibur. “Bunyinya memang tidak seperti kembang api, tapi justru bikin ketawa. Ada saja yang bunyi tidak beraturan,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Anton (38), yang merasa suasana malam jadi lebih hidup. “Kalau dengar terompet dari jauh itu rasanya lucu, seperti kota ini lagi ramai-ramainya main terompet. Memang di satu sisi kita terganggu juga karena main sambil bawa motor akhirnya kita kaget," ungkapnya.
Dari kalangan anak muda, suara terompet justru mendapat dukungan. Rafly umar (20) mengatakan terompet menjadi cara seru merayakan akhir tahun. “Lebih aman, bisa bunyi kapan saja, tidak habis-habis karena suaranya dihasilkan dari kita juga, dan tetap ramai. Suasananya jadi beda,” ujarnya.
Ia juga menilai terompet kini sudah menjadi bagian dari tren akhir tahun 2025. “Sekarang ke mana-mana dengarnya terompet. Rasanya kalau tidak dengar terompet malah kurang seru,” ujarnya.
Ramainya suara terompet di Kota Kupang menjelang akhir tahun menandai pergeseran cara masyarakat merayakan momen pergantian tahun.
Dentuman kembang api perlahan digantikan oleh tiupan terompet yang sederhana, lucu, namun mampu menghadirkan keriuhan dan kebersamaan di tengah jalanan kota. (Iar)
| FEATURE: Perjuangan Siswa Lelas XI SMK Kesehatan Cartintes Atambua |
|
|---|
| Feature: Diperankan OKM Paroki St. Antonius Beokina Manggarai, Air Mata Umat Tumpah Saksikan Tablo |
|
|---|
| Feature: Polsek Maulafa Intensifkan Patroli Lampu Biru, Tertibkan Musik Keras Hingga Larut Malam |
|
|---|
| Feature: Jemaat GMIT Bait’el Naimata Ikuti Ibadah Jalan Salib, Riven Gugup Memerankan Tuhan Yesus |
|
|---|
| Feature: Syukur dan Pelestarian Warisan Leluhur, Suku Kemak Dirubati Gelar Ritual Gelo Sele |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/terompet-nataru-di-kupang-1.jpg)