Rabu, 22 April 2026

NTT Terkini

Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma Tekankan Pentingnya Bayar Pajak  

Wagub Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak

Penulis: Irfan Hoi | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/Irfan Hoi
BICARA - Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma (pegang mic) ketika berbicara di hadapan para wartawan. Jumat, (19/12/2025) di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT dalam acara Cofee Morning.  

Ringkasan Berita:
  • Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma tekankan pentingnya bayar pajak khususnya pajak kendaraan bermotor
  • Ini sebagai salah satu sumber utama peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD)
  • Potensi PAD dari sektor pajak kendaraan bermotor di NTT sangat besar

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM KUPANG- Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak, khususnya pajak kendaraan bermotor, sebagai salah satu sumber utama peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurut Johni, potensi PAD dari sektor pajak kendaraan bermotor di NTT sangat besar. Jika seluruh wajib pajak patuh memenuhi kewajibannya, PAD NTT diperkirakan bisa mencapai Rp100 miliar hingga Rp200 miliar per tahun.

“Dengan pajak itulah kita bisa membangun daerah ini, membangun bangsa dan negara. Karena itu saya mohon rekan-rekan wartawan ikut menggaungkan dan mengampanyekan kesadaran bayar pajak, terutama pajak kendaraan bermotor,” ujar Johni saat Coffee Morning bersama wartawan, Jumat (19/12/2025).

Selain persoalan pajak, Wagub Johni juga menyoroti pola konsumsi masyarakat NTT, khususnya konsumsi siri pinang, rokok, dan minuman keras (miras) yang dinilai sangat tinggi dan berdampak pada kesehatan serta ekonomi keluarga.

Ia mengungkapkan, konsumsi siri pinang di NTT diperkirakan mencapai Rp1 triliun per tahun. Angka tersebut, menurutnya, sangat besar jika dibandingkan dengan kebutuhan dasar masyarakat, terutama pemenuhan gizi anak.

“Coba bayangkan, satu triliun rupiah hanya untuk konsumsi pinang. Padahal salah satu dasar kita adalah masyarakat yang sehat dan bebas penyakit,” katanya.

Baca juga: BPAD NTT Terima Penghargaan Inovasi Layanan Pembayaran Pajak Kendaraan dan Retribusi Daerah

Johni menjelaskan, berdasarkan dialognya dengan masyarakat di berbagai daerah, rata-rata satu keluarga menghabiskan Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per hari untuk rokok dan miras. 

Mantan Kapolda NTT itu menegaskan pemerintah tidak melarang konsumsi tersebut secara total, namun mendorong masyarakat untuk mengurangi hingga 50 persen.

“Kalau biasanya Rp50 ribu, cukup dikurangi jadi Rp25 ribu. Sisanya bisa dialihkan untuk makanan bergizi anak, misalnya telur. Satu anak satu butir per hari hanya sekitar Rp10 ribu,” kata dia.

Menurut Wagub Johni, langkah sederhana tersebut akan berdampak besar terhadap kesehatan, pertumbuhan fisik, dan perkembangan otak anak. 

Ia menilai sebagian besar keluarga di NTT sebenarnya mampu menyediakan makanan bergizi seperti telur, ikan, atau daging bagi anak-anaknya.

“Sekitar 75 sampai 80 persen keluarga di NTT ini mampu beli telur, ikan, atau daging. Kalau ini dilakukan secara konsisten, anak-anak kita akan tumbuh sehat, kuat, dan cerdas,” ujarnya.

Baca juga: BPAD NTT Gandeng Mitra Kerja Terkait Gencar Tegakkan Aturan Peredaran Rokok Ilegal

Johni juga mengingatkan bahaya konsumsi rokok dan miras, tidak hanya bagi kesehatan individu, tetapi juga bagi lingkungan dan keluarga.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved