NTT Terkini

Perpustakaan Sahabat Baca Desa Kalikur Lembata Terbaik di NTT

Melki Laka Lena menyerahkan hadiah kepada para pemenang, Selasa (26/8/2025) di Kantor Gubernur NTT. Melki berkata, perkembangan teknologi

Penulis: Irfan Hoi | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO-DOK.HUMAS NTT
Tim Perpustakaan Desa Kalikur Kabupaten Lembata saat menerima hadiah dari Gubernur NTT Melki Laka Lena. Perpustakaan itu menjadi terbaik di NTT tahun 2025. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Perpustakaan Sahabat Baca Desa Kalikur Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi perpustakaan terbaik. 

Perpustakaan itu menjadi juara satu dalam lomba Perpustakaan Umum kategori Desa/Kelurahan tingkat Provinsi NTT tahun 2025.

Perlombaan itu diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTT sejak 20 Juni hingga 25 Juli 2025. Tujuh perpustakaan terbaik dari 22 Kabupaten/Kota menjadi peserta. 

Gubernur NTT, Melki Laka Lena menyerahkan hadiah kepada para pemenang, Selasa (26/8/2025) di Kantor Gubernur NTT. Melki berkata, perkembangan teknologi membawa kemudahan, tetapi juga membuat minat orang datang ke perpustakaan semakin berkurang.

“Bukan berarti fungsi perpustakaan hilang. Justru perpustakaan harus terus kita dorong agar tetap hidup dan relevan. Perpustakaan harus terus berinovasi supaya minat baca khususnya generasi muda tetap tinggi walaupun di tengah gempuran dunia digital,” ujarnya.

Sekalipun digitalisasi penting, tapi ada sisi lain yang tidak boleh diabaikan. Bagian lainnya itu salah literasi, lewat mencari buku. Yang bermuara pada peningkatan kemampuan seseorang. 

“Digitalisasi memang bagus, tetapi kadang justru membuat orang semakin malas berpikir. Literasi bukan sekadar menggulir layar, melainkan rajin membaca buku, menjadikannya rujukan, dan mengasah kemampuan berpikir kritis,” ujarnya. 

Politikus Golkar ini mengatakan, membaca buku fisik memberi pengalaman berbeda dibandingkan dengan membaca ebook. Baginya membaca langsung ke buku memberi efek ganda. 

Pemprov NTT, kata dia, berkomitmen membuka ruang lebih luas bagi masyarakat terkhusus anak-anak sekolah untuk kembali membiasakan diri membaca buku fisik. Melki mendorong setiap desa dan kelurahan memiliki perpustakaan yang berfungsi sebagai rumah belajar sekaligus ruang kreasi.

Baca juga: Paguyuban Lembata di Sikka Tampilkan Teatrikal Melawan Belanda Saat Karnaval 2025

Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTT, Stefanus G. de Rosari, menjelaskan, kompetisi itu utamanya adalah memotivasi pengelola perpustakaan desa/kelurahan agar terus berinovasi.

Dia menyebut dari total 1.190 perpustakaan desa/kelurahan di NTT, hanya tujuh yang ikut serta tahun ini. Penilaian dilakukan oleh tiga juri berkompeten, Ketua Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi NTT Prof. Dr. R. Markus Leden, Krisno Hidayat selaku Kepala Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Kupang), dan Widyaiswara Ahli Madya, Wilhelmus Dwi Soge. 

Stefanus mengatakan, para pemenang masing-masing memperoleh piala, piagam penghargaan, dan uang pembinaan.

Prestasi ini, ujar dia, diharapkan menjadi inspirasi bagi ribuan perpustakaan lain di NTT agar berbenah, berinovasi, dan menjadikan perpustakaan sebagai pusat belajar sekaligus ruang tumbuh literasi masyarakat.

Adapun para juara adalah: 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved