Nasional Terkini
Kepala BGN Nanik S Deyang Tata Ulang Penerima MBG dan Moratorium SPPG
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang akan menata ulang penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang akan menata ulang penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain itu, melakukan moratorium pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.
Demikian langkah prioritas Kepala BGN Nanik S Deyang setelah ditunjuk Presiden Prabowo Subianto menggantikan Dadan Hindayana.
Pertama, melakukan refocusing atau penataan ulang penerima manfaat program MBG. BGN akan fokus memperbaiki kualitas dan tidak mengejar jumlah penerima manfaat MBG.
"Jadi, kami tidak akan mengejar ke 82 juta tapi bagaimana dapur-dapur ini sehat, memberikan makan yang bergizi," ujar Nanik dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Kamis (5/6/2026).
BGN akan menaruh perhatian lebih besar terhadap kelompok masyarakat yang lebih membutuhkan intervensi gizi, seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga siswa sekolah dasar (SD).
Baca juga: Copot Dadan Hindayana, Prabowo Angkat Nanik S Deyang jadi Kepala BGN
"Intervensi gizi itu paling bagus adalah saat mulai kandungan bulan pertama sampai usia sembilan tahun atau sampai SD. Nah, kita yang kejar ke sana," ujarnya.
Kedua, melakukan moratorium pembangunan SPPG atau dapur MBG. Kebijakan tersebut diambil untuk menata penyebaran SPPG atau dapur MBG yang belum erata di sejumlah daerah.
Ketiga, BGN akan membenahi dapur-dapur yang sudah beroperasi agar memenuhi standar penyediaan makanan bergizi.
BGN juga akan fokus memperbaiki fasilitas dan pelatihan sumber daya manusia yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG.
"Artinya, bila dapur itu tidak sesuai, tentu kami akan lakukan suspend," ujar Nanik.
Keempat, BGN juga akan mencari skema alternatif untuk menjalankan program MBG di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Skema alternatif tersebut akan disusun agar pelaksanaannya tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Nah, itulah yang sore hari ini kami konsolidasikan. Jadi kami fokus kepada efisiensi anggaran," ujar Nanik.
Dalam kesempatan terpisah, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkap alasan Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN.
Baca juga: Kejagung Tahan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana
Prabowo, kata Prasetyo, menilai Nanik sebagai sosok yang memiliki kedisiplinan tinggi dalam menjaga kualitas menu MBG.
"Kedisiplinan di dalam menjalankan manajemen di Badan Gizi Nasional, kedisiplinan juga di dalam menjaga kualitas makanan yang kita sajikan kepada seluruh penerima manfaat," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip dari siaran Youtube Kompas TV, Kamis (5/6/2026).
Ia juga menyampaikan, Prabowo menilai Nanik sebagai sosok yang dapat memastikan seluruh pelaksanaan program MBG berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Menurutnya, ketegasan itu diperlukan untuk memperkuat tata kelola BGN yang memegang peran strategis dalam program pemenuhan gizi nasional.
Dengan pengalaman dan karakter kepemimpinan Nanik, pemerintah berharap pimpinan baru BGN dapat segera melakukan pembenahan internal dan memperkuat kualitas pelaksanaan program MBG.
"Untuk kita minta ke beliau, yang kemudian dibantu oleh dua wakil yang baru, untuk sesegera mungkin melakukan perbaikan-perbaikan dan pembenahan-pembenahan," ujar Prasetyo. (*)
Sumber: Kompas.com
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Kepala-BGN-Nanik-Deyang.jpg)