Kamis, 28 Mei 2026

Kerja sama Indonesia dan Timor Leste

FIB UGM Kolaborasi Riset dengan UNTL Timor Leste

Adapun kerja sama pendidikan tinggi itu juga memperluas kolaborasi internasional di kawasan Asia Tenggara. 

Tayang:
Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/HO
Foto bersama delegasi FIB UGM dan UNTL Timor Leste 

POS-KUPANG.COM, DILI - Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (FIB UGM) melaksanakan kerja sama riset internasional dengan Universidade Nacional Timor Lorosa’e (UNTL) Timor Leste.  

Kolaborasi riset tersebut merupakan implementasi kerja sama kurikulum akademik, khususnya pada program studi Sejarah, kolaborasi riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), kerjasama publikasi dan penelitian, serta aktualisasi seni dan budaya melalui penelitian Pusat Seni dan Budaya

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kedua lembaga pendidikan tinggi lintas negara dilaksanakan saat rombongan FIB UGM melakukan kunjungan ke UNTL Timor Leste pada Kamis (12/2/2026) lalu.

Adapun kerja sama pendidikan tinggi itu juga memperluas kolaborasi internasional di kawasan Asia Tenggara. 

Baca juga: Universitas Terbuka Perluas Jejaring Internasional, Teken MoU dengan UNTL Timor Leste

Ketua Program Studi Ilmu Sejarah, FIB UGM, Dr. Mutiah Amini mengungkapkan bahwa sebagai institusi pendidikan tinggi negeri di Timor Leste, UNTL dinilai memiliki peran penting dalam pengembangan sumber daya manusia di negara tersebut.

Oleh karena itu, kolaborasi dengan UGM ini diharapkan dapat memperkuat kualitas kelembagaan di Timor Leste.

“Kita dapat bekerja sama dalam kolaborasi riset, kolaborasi komunikasi, maupun kolaborasi pengajaran,” ujar Mutiah.

Selain itu, keberadaan Kagama Timor Leste menjadi potensi penghubung strategis dalam memperluas dan memperkuat jejaring kolaborasi.

Saat ini, alumni UGM di Timor Leste telah berkiprah pada posisi-posisi penting di sektor pemerintahan, perguruan tinggi, maupun industri.

Kerja sama yang dibangun diharapkan mampu berkontribusi pada pengembangan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.

“Kagama di Timor Leste dapat menjadi penghubung antara perguruan tinggi dengan masyarakat. Jadi, hal tersebut dapat secara spesifik dikolaborasikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mutiah Amini menekankan pentingnya keberlanjutan program serta komitmen bersama dalam merealisasikan kerja sama yang telah direncanakan.

Sehingga, kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi juga menjadi wujud komitmen bersama untuk mendorong perdamaian dan kesejahteraan kedua bangsa secara berkelanjutan. 

“Yang paling penting adalah bagaimana keberlanjutan dari satu program yang sudah direncanakan di awal itu kemudian dikawal supaya bisa direalisasikan bersama,” ujarnya. (*)

 

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved