Senin, 4 Mei 2026

KKB Papua

Deretan Aksi Teror dan Jejak Kekerasan Pentolan KKB Jeki Murib

Operasi ini berlangsung setelah Jeki Murib menembak secara membabi buta pasukan TNI.

Tayang:
Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/HO
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto. 

POS-KUPANG.COM, JAYAPURA - Jeki Murib, Komandan Operasi (Danops) Kepala Air Organisasi Papua Merdeka (OPM) Komando Daerah Pertahanan (Kodap) 18 Ilaga tewas dalam operasi TNI di Papua Tengah. 

Operasi oleh Komando Operasi (Koops) TNI Habema menyergap Jeki di Kampung Pinapa, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. 

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto mengungkapkan bahwa operasi ini berlangsung setelah Jeki Murib menembak secara membabi buta pasukan TNI.

Baca juga: Dua Pentolan KKB Papua Berakhir Tragis di Tangan TNI

“Kita melaksanakan kegiatan taktis di lapangan. Pasukan kami ditembak secara brutal dan membabi buta. Dan di situ kami melakukan pengajaran,” kata Lucky dikutip dari Kompas.com. 

Jejak Kekerasan Jeki Murib

Lucky mengungkap, Jeki Murib terlibat dalam aksi kekerasan yang dilakukan OPM di wilayah Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.

Jeki Murib diduga terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan, antara lain pembakaran kompleks tower di Kampung Kago, Distrik Ilaga pada 15 Agustus 2023.

Ia juga diduga terlibat dalam pembunuhan dan penganiayaan terhadap pekerja pembangunan puskesmas di Kampung Eromaga, Distrik Omukia pada 19 Oktober 2023.

Namanya juga diduga terlibat dalam penembakan di Bandara Aminggaru pada 18 Juni 2025. Serta, diduga terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan, termasuk penyanderaan 18 karyawan PT Freeport Indonesia di Tower 270, Distrik Tembagapura, pada 8 Januari 2026.

Jeki Murib juga diduga terlibat dalam penyerangan dan perampasan senjata terhadap dua anggota Koramil Tembagapura yang melukai warga sipil pada 11 Februari 2026.

Kemudian, penembakan terhadap dua karyawan PT Freeport Indonesia di area Grasberg dan penyerangan aparat Polri saat evakuasi korban pada 11 Maret 2026.

"Jeki Murib adalah DPO dan dia ini biang keladi di wilayah Ilaga, termasuk di wilayah Freeport,” kata Lucky.

“Dialah yang menembak mati karyawan Freeport di Grasberg, kemudian menyerang aparat keamanan di Mile 50 Freeport, membakar rumah, gereja, sekolah, mengintimidasi masyarakat, anak kecil, mama-mama,” sambungnya.

Memburu Jeki Murib

Komando Operasi TNI Habema pun melakukan pengejaran terhadap Jeki Murib, yang diketahui menjabat sebagai Komandan Operasi (Danops) Kepala Air OPM di Komando Daerah Pertahanan (Kodap) 18 Ilaga.

Operasi tersebut berakhir dengan tindakan penembakan yang menyebabkan Jeki tewas. Lucky menyatakan bahwa operasi dijalankan secara profesional dengan membedakan secara tegas antara kombatan dan non-kombatan, serta tetap menjunjung tinggi prinsip hak asasi manusia.

“Sehingga kita harus bisa memilih yang mana yang boleh ditembak dan tidak boleh ditembak. Saya menekankan kepada prajurit untuk selalu memegang teguh, role of judgement,” ujar Lucky.

“Kemudian jangan melanggar HAM, menembak di ujung laras, sehingga mereka bisa menembak kepada sasaran yang terpilih dan yakin bahwa itu OPM bersenjata,” imbuh dia.

Keselamatan masyarakat ditegaskan Lucky harus menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan operasi, sejalan dengan prinsip bahwa keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi. (*)

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved