Senin, 13 April 2026

Kerja Sama Indonesia dan Timor Leste

Delegasi Timor Leste Kunjungi Poltekpel Surabaya

Delegasi dipimpin oleh Presiden APORTIL, Leandro de Sena, bersama perwakilan FDCH, Atanasio Soares. 

Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/HO/BPSDM PERHUBUNGAN
Foto saat kunjungan kerja delegasi Timor Leste ke Poltekpel Surabaya. 

POS-KUPANG.COM, SURABAYA -- Delegasi negara Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) mengunjungi Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya di Provinsi Jawa Timur. 

Kunjungan kerja delegasi yang terdiri dari pihak Administração dos Portos de Timor Leste (APORTIL) dan Fundo de Desenvolvimento do Capital Humano (FDCH) berlangsung pada 9–10 April 2026.

Delegasi dipimpin oleh Presiden APORTIL, Leandro de Sena, bersama perwakilan FDCH, Atanasio Soares. 

Kunjungan itu menjadi bukti keseriusan Pemerintah Timor Leste dalam membangun sumber daya manusia (SDM) maritim. 

Baca juga: Politeknik STIA LAN Jakarta Bidik Mahasiswa Timor Leste

Kunjungan itu juga menjadi langkah awal penjajakan kerja sama pendidikan dan pelatihan pelaut berstandar internasional. 

Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas SDM maritim Timor Leste melalui kolaborasi dengan institusi pendidikan pelayaran di Indonesia.

Presiden APORTIL, Leandro de Sena, menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelaut menjadi prioritas negaranya di tengah tuntutan industri maritim global yang semakin kompetitif.

“Kami melihat Poltekpel Surabaya memiliki sistem pendidikan dan fasilitas yang sangat lengkap. Ini menjadi referensi penting bagi kami dalam mengembangkan SDM pelaut yang kompeten dan siap bersaing di tingkat internasional,”ujarnya dalam keterangan tertulisnya, akhir pekan lalu.

Selama kunjungan, delegasi meninjau langsung berbagai fasilitas pembelajaran berbasis praktik yang dimiliki Poltekpel Surabaya, seperti Full Bridge Simulator 360, GMDSS Simulator, dan Smart Port Simulator.

Fasilitas ini dinilai mampu memberikan pengalaman belajar yang mendekati kondisi nyata di lapangan.

Direktur Poltekpel Surabaya, Moejiono, menyambut baik kunjungan tersebut dan menilai kerja sama ini sebagai peluang strategis untuk memperkuat peran Indonesia di sektor pendidikan maritim regional.

“Kami terbuka untuk berbagi pengalaman dan menjalin kolaborasi, baik dalam bentuk pelatihan, pengembangan kurikulum, maupun peningkatan kompetensi instruktur. Harapannya, kerja sama ini dapat memberikan manfaat bagi kedua negara,” katanya.

Selain peninjauan fasilitas, kedua pihak juga melakukan diskusi terkait pengembangan kurikulum berbasis kompetensi, peningkatan kualitas tenaga pengajar, serta pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.

Isu sertifikasi pelaut sesuai standar internasional juga menjadi fokus pembahasan.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal dari kerja sama yang lebih konkret, seperti program pelatihan bersama, pertukaran pengetahuan, hingga pengembangan sistem pendidikan maritim yang adaptif terhadap kebutuhan industri.

Dengan kolaborasi ini, Timor Leste diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas SDM pelautnya, sementara Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu rujukan pendidikan maritim di kawasan Asia Tenggara. (*)

 

Ikuti berita terbaru POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved