Kamis, 23 April 2026

Sulawesi Utara Diguncang Gempa 7,6 M, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami

BMKG keluarkan peringatan dini tsunami setelah Sulawesi Utara diguncang gempa 7,6 M.

|
Penulis: Agustina | Editor: Rahma
X/infoBMKG
INFO GEMPA - Informasi peringatan dini tsunami di wilayah Sulawesi Utara dan Papua. Sulawesi Utara diguncang gempa 7,6 M, BMKG keluarkan peringatan dini tsunami. 

POS-KUPANG.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara hari ini, Kamis (2/4/2026).

Peringatan ini dikeluarkan setelah adanya gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 7,6 di wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya pada pukul 05.48 WIB atau 06.48 WITA.

Menurut BMKG, gempa berlokasi 1,25 lintang utara, 126,27 bujur timur serta di kedalaman laut 62 km.

Dampak Guncangan (Skala MMI) 

Guncangan gempa bumi ini dirasakan cukup kuat di berbagai wilayah, berdasarkan skala Modified Mercalli Intensity (MMI): 

  • Ternate: Skala V-VI MMI 
  • Ibu: Skala V MMI 
  • Manado: Skala IV-V MMI 
  • Gorontalo dan Bone Bolango: Skala III MMI 
  • Gorontalo Utara: Skala III MMI 

Sebagai informasi, skala V-VI MMI menunjukkan getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, barang-barang terpelanting, bahkan berpotensi menyebabkan kerusakan ringan pada bangunan.

Gempa Susulan

Selain gempa utama (mainshock), BMKG juga mencatat adanya aktivitas gempa susulan (aftershock) di sektiar lokasi pusat gempa.

Gempa susulan pertama terjadi pada pukul 06.07 WIB dengan kekautan magnitudo 5,5. Pusat gempa beada pada kedalaman 10 kilometer, berlokais 108 kilometer Brat Laut Ternate, Maluku Utara (1,15 LU-126,47 BT).

Gempa susulan kedua terjadi pada pukul 06.12 WIB dengan kekuatan magnitudo 5,2. Pusat gempa pada kedalaman 27 kilometer, berlokasi 125 kilometer Barat Laut Ternate, Maluku Utara (1,23 LU-126,33 BT).

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah pesisir Maluku Utara dan Sulawesi Utara untuk tetap tenang namun tetap waspada. Peringatan dini tsunami ini adalah bentuk kewaspadaan terhadap potensi naiknya air laut pascagempa bumi.

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved