Nasional Terkini
Ramai Isu Penyesuaian luran JKN, Begini Respon BPJS Kesehatan
sustainibilitas Program JKN bergantung pada keseimbangan antara iuran peserta IKN yang masuk dengan uang yang dikeluarkan
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, JAKARTA- Belum lama ini, beredar informasi mengenai wacana kenaikan iuran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Merespons hal tersebut.
Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah menjelaskan sampai dengan saat ini belum ada perubahan besaran nominal uran JKN
"Besaran iuran yang berlaku masih mengacu pada Peraturan Presiden tentang Jaminan Kesehatan. yang berlaku. Untuk peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri kelas I iurannya Rp150 ribu, ke as Il Rp100 ribu dan kelas III Rp42 ribu per orang per bulan dengan bantuan iuran sebesar Rp7 ribu per orang per bulan dari pemerintah, sehingga yang dibayarkan peserta kelas III hanya Rp35 ribu," jelas Rizzky, Jumat (06/03) dalam keterangan persnya.
Rizzky menjelaskan sebagai asuransi sosial yang menganut prinsip gotong royong, sumber dana utama Program JKN berasal dari luran pesertanya. Peserta JKN yang sehat membantu. membiayai peserta yang sakit.
Oleh karena itu, sustainibilitas Program JKN bergantung pada keseimbangan antara iuran peserta IKN yang masuk dengan uang yang dikeluarkan untuk membayar biaya pelayanan kesehatan.
"Operasi pemasangan ring jantung satu pasien JKN bisa mencapai Rp150 juta. Bayangkan jika ada seseorang yang menabung dengan nominal uang yang sama seperti yang dibayarkan untuk iuran JKN, misalnya Rp35 ribu per bulan untuk kelas III. Jika kita menabung Rp35 ribu tiap bulan, maka butuh waktu 357 tahun supaya kita bisa membayar biaya operasi tersebut. Namun dengan adanya Program JKN, biaya operasi tersebut bisa dibayarkan dari iuran 4.285 crang peserta JKN kelas III ain yang sehat," jelas Rizzky.
Baca juga: 25 Desa Terdampak SK Mensos Soal Kepesertaan JKN, Dinsos TTU dan BPJS Kesehatan Gelar Sosialisasi
Rizzky mengatakan iuran peserta JKN tidak hanya digunakan untuk membayar biaya pelayanan. kesehatan peserta yang sakit, namun juga dimanfaatkan untuk menjaga peserta yang sehat supaya tetap sehat melalui berbagai program promotif preventif dengan me ibatkan mitra fasilitas kesehatan.
Rizzky pun mengajak saluruh peserta untuk turut berperan menjaga keberlangsungan Program IKN melalui hal-hal sederhana namun bermakna dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari mengajak crang terdekat agar disiplin membayar iuran, meningkatkan literasi kesehatan dan informasi seputar Program JKN.
"Kami sudah menyediakan berbagai konten edukasi di media sosial resmi BPJS Kesehatan, bankan sekarang BPJS Kesehatan hadir di live liktok supaya masyarakat bisa bennteraksi langsung dengan Duta BPJS Kesehatan Kami berharap, masyarakat juga dapat bersama-sama menjaga keberlanjutan Program JKN supaya bisa terus memberikan manfaat hingga di masa mendatang," kata Rizzky. (gus)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
| Ketua Komisi Komsos KWI Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo Ajak Wartawan Kembali ke Jati Dirinya |
|
|---|
| Kejati Sumsel Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi KUR Bank Daerah Sumsel Rp 3,9 Miliar |
|
|---|
| Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Perkuat Subsidi Tepat |
|
|---|
| Perbaiki Kualitas Pendidikan, Prabowo Targetkan Tambah Papan Interaktif Digital ke Sekolah-sekolah |
|
|---|
| Dari Sampah Jadi Genteng, Prabowo Dorong Inovasi Bernilai Ekonomi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Ilustrasi-pelayanan-BPJS-Kesehatan.jpg)