Rabu, 15 April 2026

Sosok dan Profil

Profil Julientania Parera, Calon Dokter Muda yang Mengabdi Tanpa Batas

Perempuan murah senyum itu tumbuh dalam keluarga sederhana yang menanamkan nilai kepedulian sosial sejak dini

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/DOK-Pribadi
SOSOK- Sosok Julientania Lutgardis Vanessa Ray Parera calon dokter muda yang kini menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Undana Kupang. 

Ringkasan Berita:
  • Calon dokter muda asal Kelurahan Naikolan, Kota, Kupang, Julientania Lutgardis Vanessa Ray Parera
  • Julientania meneguhkan langkahnya menempuh pendidikan kedokteran demi melayani masyarakat
  • Ia lahir di Ende pada 17 Januari 2004, putri pertama dari pasangan Ronny Parera dan Ivonny Ray

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Seorang calon dokter muda asal Kelurahan Naikolan, Kota, Kupang, Julientania Lutgardis Vanessa Ray Parera (21), meneguhkan langkahnya menempuh pendidikan kedokteran demi melayani masyarakat, khususnya mereka yang sakit namun tidak memiliki biaya pengobatan. 

Lahir di Ende pada 17 Januari 2004, putri pertama dari pasangan Ronny Parera dan Ivonny Ray ini memilih jalan pengabdian sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. 

Tekad tersebut tumbuh dari keyakinannya bahwa setiap orang berhak memperoleh layanan kesehatan yang layak, dan bahwa pengabdian adalah panggilan hidup yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

Di tengah berbagai pilihan profesi yang menjanjikan masa depan mapan, Julientania Lutgardis Vanessa Ray Parera justru memilih jalan yang menuntut ketekunan, pengorbanan, dan empati mendalam. 

Baginya, profesi dokter bukan sekadar karier, melainkan sarana untuk menghadirkan harapan bagi mereka yang sering kali tak memiliki pilihan.

Baca juga: Sosok Profesor Nasir Koten, Guru Besar Pertama di Universitas Flores Ende

Perempuan murah senyum itu tumbuh dalam keluarga sederhana yang menanamkan nilai kepedulian sosial sejak dini. 

Sebagai anak pertama dari dua bersaudara, ia terbiasa memikul tanggung jawab dan menjadi teladan bagi adiknya. 

Lingkungan keluarga yang menjunjung tinggi kerja keras membentuk prinsip hidupnya: “If other people can, then I also have to be more able.” 

Moto tersebut bukan sekadar kalimat penyemangat, tetapi komitmen pribadi untuk terus berjuang melampaui batas diri.

Keputusan memilih Fakultas Kedokteran Undana Kupang berangkat dari pengalaman menyaksikan realitas sosial di sekitarnya. 

Baca juga: Sosok Puput Mustakim, Mahasiswi dengan Segudang Prestasi Namun Tetap Rendah Hati

Ia melihat masih banyak masyarakat yang menunda pengobatan karena keterbatasan biaya, bahkan memilih bertahan dalam sakit tanpa pertolongan medis yang memadai. 

Situasi itu menggugah empatinya dan menumbuhkan tekad kuat untuk menjadi tenaga kesehatan yang hadir bagi mereka yang membutuhkan, tanpa memandang latar belakang ekonomi.

“Menjadi dokter berarti memiliki kesempatan untuk membantu orang lain kembali sehat, kembali berharap,” katanya penuh keyakinan.

Bagi Julientania, pelayanan kesehatan tidak boleh menjadi hak eksklusif bagi mereka yang mampu, melainkan kebutuhan dasar yang seharusnya dapat diakses semua orang.

Perjalanan menuju cita-cita tersebut tentu tidak ringan. Pendidikan kedokteran menuntut disiplin tinggi, ketahanan mental, serta dedikasi jangka panjang. 

Baca juga: Sosok Uskup Terpilih Keuskupan Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro di Mata Rektor IFTK Ledalero

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved