Rabu, 3 Juni 2026

Sosok dan Profil

Profil Thomas Umbu Pati : Putera NTT yang Bekerja Dalam Diam Mengukir Prestasi Tingkat Nasional

Thomas juga sebagai Koordinator Penyelesaian Batas Administrasi Wilayah di Provinsi Papua dan Nusa Tenggara Timur

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Edi Hayong
DOKUMENTASI PRIBADI THOMAS UMBU PATI
Dr. Drs. Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi, M.Si pria kelahiran Atambua, Belu 28 September 1973 yang kini berkiprah di tingkat nasional. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Menjalani panggilan sebagai seorang birokrat tulen merupakan pilihan hidupnya. Tidak suka memamerkan kinerja terbaiknya namun jejak digital figur muda ini tidak bisa disepelekan.

Meski di rumah sendiri kurang dihargai (7 kali eselon 4 di Pemerintah Provinsi NTT) namun mengalami loncatan luar biasa di kancah pemerintah nasional. 

Kata pepatah ”emas yang disimpan dalam lumpur tetaplah emas”. Sosok langka ini berhasil memecahkan rekor spektakuler dalam birokrasi nasional.

Hanya sekali eselon 3, sekali eselon 2 dan langsung melejit ke puncak karier tertinggi birokrasi sebagai eselon 1A yang diperoleh tepat pada usia 48 tahun.

Ini bukan politis tapi kinerja dan kontribusi positif yang beliau lakukan dan semua capaian itu dinilai wajar dan pantas karena kompetensi dan prestasinya.

Sosok sederhana namun tegas, profesional dan berkompeten itu adalah Dr. Drs. Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi, M.Si. Dia lahir di Atambua, Belu 28 September 1973.

Baca juga: Sosok Inosentius Samsul, Figur Calon Hakim MK yang Ditelikung Kembali oleh DPR RI

Thomas merupakan buah hati dari pasangan sang ayah (alm) Sersan Mayor Purn TNI AD Lukas Stefanus Nani Raga, asal Kodi Sumba Barat Daya dan Ibu, Helena Lintje Nillan, asal Flores Timur-Lembata. 

Dr. Thomas murni representasi wilayah Flobamorata. Apalagi dilengkapi dengan tulang rusuk asal Semarang Dra. Veronica Aulia K, M.Si.

Ia dikaruniai empat orang anak terkasih yakni Alexandra, Florenza, Farrel Putra Rangga dan Violetta. 

Awal karier dijejaki dari Kabupaten Manggarai, lalu pindah ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Beliau menyelesaikan studi sejak SDK Nela, SMPD Nela, Seminari Lalian dan SMAK Surya Atambua, lalu melanjutkan studi (Diploma IV) ke STPDN Jatinangor, lanjut lagi S1 ke IIP Jakarta, S2  Universitas Gadjah Mada (UGM) lulus cum laude. 

Atas prestasi tersebut beliau mendapatkan rekomendasi untuk melanjutkan studi S3 juga di UGM. Saat penyelesaian disertasi S3 UGM, beliau memutuskan pindah ke Kementerian Dalam Negeri atas arahan (alm) Prof. Dr Cornelis Lay, MA.  

Baca juga: Profil Fransiskus Zevi Monteiro, Sosok yang Berwajah Mirip Uskup Larantuka Mgr. Hans Monteiro

Tiba di Kemendagri  dilantik menduduki jabatan Eselon III dan dipercayakan mengawaki Otonomi Khusus Papua dan Papua Barat (sebelum pemekaran), Ditjen OTDA.  

Dijuluki Tuan Cerdas

Mendapat tugas di Papua membuat dirinya diberi julukan ”Tuan Cerdas” oleh pemerintah dan masyarakat Papua. Pasalnya, setiap persoalan yang dihadapi selalu ada solusi di tangan beliau. 

Pendekatan humanis, profesional, beretika serta berbudaya memudahkan beliau dalam membangun komunikasi untuk penyelesaian berbagai masalah di tanah Papua.

Capaian prestasi yang beliau torehkan antara lain, menyelesaikan konflik politik Ibu kota Kabupaten Maybrat melalui pendekatan budaya Kain Timor dan acara perdamaian langsung dihadiri Menteri Dalam Negeri (alm) Bapak Tjahyo Kumolo.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved