Timor Leste
Wakil PM Timor Leste Undang PT ABA Gresik ke Istana Bahas Pupuk Organik
Wakil PM Mariano Sabino Lopez menegaskan komitmen negaranya untuk beralih sepenuhnya ke pertanian organik.
POS-KUPANG.COM, SURABAYA - Produk inovasi lokal asal Kabupaten Gresik kembali menunjukkan taringnya di pasar global. Setelah sukses menembus pasar Eropa, Asia, hingga Australia, produsen pupuk organik PT Ajibakuh Anugerah (PT ABA) kini dilirik secara resmi oleh Pemerintah Timor Leste untuk mendukung revolusi pertanian organik di negara tersebut.
Langkah strategis ini ditandai dengan undangan resmi dari Wakil Perdana Menteri Timor Leste, Mariano Assanami Sabino Lopez, kepada jajaran manajemen PT ABA di Istana Wakil Perdana Menteri Timor Leste, Rabu (4/2). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan delegasi Timor Leste ke Gresik beberapa waktu lalu.
Dukungan Penuh Pemerintah Timor Leste Dalam pertemuan tersebut, Wakil PM Mariano Sabino Lopez menegaskan komitmen negaranya untuk beralih sepenuhnya ke pertanian organik.
Ia menilai produk pupuk berbasis arang sekam, kascing, hingga cocoa shell (limbah kulit kakao) produksi PT ABA sangat cocok dengan visi pembangunan ekonomi nasional Timor Leste.
“Kami mendukung penuh agar pupuk organik dari Gresik ini bisa segera dipasarkan di sini. Tujuannya jelas, untuk membangun perekonomian nasional berbasis produk pertanian organik yang sehat,” ujar Mariano Sabino Lopez.
Tak hanya sekadar impor, Pemerintah Timor Leste bahkan menawarkan kerja sama jangka panjang berupa pembangunan pabrik pupuk organik di wilayah mereka dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal, namun tetap menggunakan teknologi dan pendampingan dari PT ABA.
CEO PT Ajibakuh Anugerah, Shubkhi Basyar, menyambut antusias tantangan tersebut. Menurutnya, permintaan ini merupakan pengakuan nyata atas kualitas produk ramah lingkungan asal Kota Pudak.
“Dalam waktu dekat, kami akan segera memulai proses distribusi pupuk dari Gresik ke Timor Leste. Terkait rencana pembangunan pabrik, jika distribusi berjalan lancar, kami akan melakukan feasibility study (studi kelayakan) dalam kurun waktu 2 hingga 3 tahun ke depan,” ungkap Shubkhi.
Baca Juga: Sinergi TNI dan Warga Wringinanom Gresik, Gotong Royong Bangun Koperasi Merah Putih demi Ekonomi Kerakyatan
Kerja sama ini diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Timor Leste, tetapi juga menjadi bukti bahwa limbah pertanian jika dikelola dengan inovasi tepat dapat menjadi komoditas ekspor bernilai tinggi yang kompetitif di kancah internasional. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Ilustrasi-bendera-Timor-Leste.jpg)