Selasa, 21 April 2026

Timor Leste

Presiden Timor Leste: Pers Harus Meneruskan Kritik Konstruktif

Ramos-Horta menyebut perlindungan terhadap kebebasan pers menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan demokrasi tetap hidup.

Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/HO-UGM
KRITIK KONSTRUKTIF - Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta saat memberikan kuliah umum di UGM Yogyakarta. Saat berbicara dalam peringatan HPN Timor Leste, Ramos-Horta menekankan agar pers terus memainkan peran kritis secara konstruktif dalam membangun negara. 

POS-KUPANG.COM, BOBONARO - Presiden Timor Leste, José Ramos-Horta menekankan bahwa kebebasan pers harus terus dijaga sebagai pilar fundamental dalam sistem politik dan demokrasi.

Berbicara saat puncak peringatan ke-3 Hari Kebebasan Pers Nasional (HPN) Timor Leste sekaligus peringatan 50 tahun peristiwa Balibo Five, Predisen Ramos-Horta menyerukan agar pers terus memainkan peran kritis secara konstruktif dalam membangun negara.

"Pers harus meneruskan kritik yang konstruktif. Balibo Five mengingatkan kita pada keberanian dan integritas jurnalis,” ungkap Presiden Ramos-Horta, Kamis (16/10/2025) malam. 

Tokoh yang pernah meraih Nobel Perdamaian itu menyebut perlindungan terhadap kebebasan pers menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan demokrasi tetap hidup melalui informasi yang akurat dan faktual.

Baca juga: Ketua Dewan Pers Timor Leste Ajak Jurnalis Teladani Semangat Balibo Five

“Kita harus melindungi kebebasan pers untuk semua jurnalis dan media, menjaga demokrasi dengan informasi yang faktual,” tegas Ramos-Horta.

Dia menegaskan peristiwa Balibo Five bukanlah sekadar sejarah kelam, tetapi inspirasi tentang kekuatan, keberanian, dan refleksi terhadap kebebasan jurnalistik.

"Peristiwa Balibo Five bukan sesuatu yang abstrak. Itu adalah inspirasi kekuatan dan peninggalan refleksi tentang kebebasan jurnalis,” ujarnya.

Apa itu Balibo Five?

Balibo Five ("Balibo Lima") adalah kelompok jurnalis Australia yang tewas pada tanggal 16 Oktober 1975 sebelum invasi Indonesia ke Timor Timur. Mereka tewas di kota Balibo, Timor Portugis.

Mereka terdiri dari Greg Shackleton, reporter dan presenter berita yang bekerja untuk HSV-7 (bagian dari Seven Network), bersama dengan juru kamera Gary Cunningham, dan juru rekam suara, Tony Steward, serta turut bergabung bersama mereka, reporter Malcolm Rennie dan juru kamera Brian Petersen dari TCN-9 (bagian dari Nine Network).

Mereka berlima bergabung melakukan tugas peliputan investigasi invasi Indonesia terhadap Timor Portugis yang kini menjadi Timor Leste.

Pada tahun 2007, seorang koroner Australia menyatakan bahwa Balibo Five dibunuh oleh tentara Indonesia (KOPASSANDHA). Sementara itu versi resmi pemerintah Indonesia adalah bahwa wartawan-wartawan asing tersebut tewas saat baku tembak di kota Balibo.

Dikutip dari Wikipedia, peristiwa tewasnya kelima jurnalis Australia, Balibo Five, masih menjadi misteri yang belum benar-benar terungkap.

Indeks Kebebasan Pers Urutan 39 Dunia

Berdasarkan laporan Kantor Berita Resmi Pemerintah Timor Leste Tatoli, indeks kebebasan pers atau IKP Timor Leste menempati urutan ke-39 dunia.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved