Cara Nonton Film Pesta Babi: Gratis, Ada Minimal Jumlah Penonton
Film Pesta Babikarya Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Paju Dale sudah bisa ditonton nobar. Berikut ini caranya.
POS-KUPANG.COM - Film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita hanya bisa ditonton melalui nonton bareng (norbar) komunitas di berbagai daerah di Indonesia.
Film yang disutradarai oleh Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Paju Dale ini merupakan film dokumenter investigatif yang menyoroti krisis kemanusiaan dan lingkungan di wilayah Papua Selatan.
Berbeda dengan film komersial, film Pesta Babi tidak ditayangkan di bioskop. Penonton hanya bisa disaksikan melalui agenda pemutaran komunitas dan norbar resmi.
Baca juga: Opini: Pesta Babi dan Sikap Kristen di Tengah Krisis Sosial PolitikÂ
Cara Menonton Film Pesta Babi
Karena tidak ditayangkan secara komersial, masyarakat bisa menonton film Pesta Babi dari komunitas, organisasi, atau nobar kelompok di berbagai daerah dengan mendaftarkan acara kepada panitia resmi.
Pendaftaran bisa dilakukan secara daring melalui formular Ekspedisi Indonesia Baru di laman ini: Link Pendaftaran Nonton Film Pesta Babi
Setelah pendaftaran disetujui, panitia akan mengirim tautan pemutaran film Pesta Babi jelang jadwal acara.
Adapun syarat nobar film Pesta Babi antara lain:
- Peserta minimal 10 orang
- Penyelenggara wajib mempublikasikan kegiatan di media sosial
- Wajib menandai akun media sosial penyelenggara
- Menggunakan tagar #PestaBabi dan #PapuaBukanTanahKosong
- Film tidak boleh disebarluaskan ulang
- Dokumentasi kegiatan wajib dikirim kepada panitia
Panitia biasanya akan mengirimkan link atau tautan film sekitar H-2 sebelum jadwal pemutaran film.
Baca juga: Nobar Pesta Babi di Ngada NTT Dibatalkan Setelah Didatangi TNI
Film Pesta Babi Bercerita Tentang Apa?
Film Pesta Babi merupakan hasil kolaborasi dari beberapa lembaga dan media kreatif, yaitu WatchDoc, Ekspedisi Indonesia Baru, Jubi.id, Pusaka Bentala Rakyat, dan Greenpeace Indonesia, serta disutradarai oleh Dandhy Dwi Laksono bersama Cypri Dale.
Secara garis besar, film dokumenter investigative berdurasi 95 menit ini mengangkat tema mengenai konflik lahan (agraria), hak masyarakat adat, kerusakan lingkungan, dan dampak Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayah Papua.
Film ini mengambil latar di wilayah Papua Selatan, khususnya di daerah Merauke, Boven Digoel, dan Mappi.
Dokumenter juga menampilkan kehidupan sejumlah komunitas adat seperti suku Marind, Awyu, Yei, dan Muyu yang terdampak ekspansi pembangunan.
Judul "Pesta Babi" sendiri tidak merujuk pada acara makan-makan biasa, melainkan diambil dari sebuah tradisi buadya masyrakat adat suku Muyu yang Bernama Awon Atatbon.
Selama diputar di berbagai daerah, film ini memunculkan banyak ruang diskui yang secara berani menyoroti beberapa isu-isu sensitif, seperti marginaliasi masyarakat adat, kritik terhadap pembangunan, serta keterlibatan aparat dalam berjalannya proyek-proyek "strategis".
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
| Jaga Kebersihan Kota Tambolaka Kadis DLH SBD Minta Warga Tertib Buang Sampah |
|
|---|
| Anak Korban Mutilasi di Desa Kuli Rote Ndao Minta Polisi Usut Tuntas Kematian Ayahnya |
|
|---|
| Opini: Pesta Babi dan Sikap Kristen di Tengah Krisis Sosial Politik |
|
|---|
| Polres TTU Dorong Upaya Mediasi antara Korban dan Pelaku Kasus Penganiayaan Guru di Kaubele |
|
|---|
| Nobar Pesta Babi di Ngada NTT Dibatalkan Setelah Didatangi TNI |
|
|---|