Sabtu, 30 Mei 2026

Puasa 2026

Mulai Kapan Puasa Ramadhan 2026, Ini Perkiraan Versi Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU

Umat muslim Indonesia dan seluruh dunia kini bersiap menjalani puasa Ramadhan tahun 2026 ini

Tayang:
Penulis: Alfred Dama | Editor: Alfred Dama
Grid.ID/Gül Işık/Pexels.com
Kapan Awal Puasa Ramadhan 2026? Ini Perkiraan Versi Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU 

Dalam Sidang Isbat, pemerintah menggunakan dua pendekatan utama, yakni hisab dan rukyah. 

Dan, hisab dilakukan melalui perhitungan astronomi untuk mengetahui posisi bulan, sedangkan rukyah dilakukan dengan pengamatan langsung terhadap hilal atau bulan sabit muda. Hasil dari kedua metode tersebut kemudian menjadi dasar penetapan awal ramadhan 2026 secara nasional.

Puasa Ramadhan 2026 Versi Muhammadiyah

Baca Juga: Usai Cerai dengan Bugi Ramadhana, Andhara Early Akui Kondisi Mentalnya Berangsur Membaik

Berbeda dengan pemerintah, Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa ramadhan 2026 melalui Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025. Dalam maklumat tersebut, Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu (18/2/2026).

Penetapan ini didasarkan pada metode hisab Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal. Dalam maklumat dijelaskan bahwa ijtimak menjelang Ramadhan terjadi pada Selasa (17/2/2026), pukul 12:01:09 UTC.

Muhammadiyah juga memaparkan secara rinci parameter astronomi yang digunakan, termasuk tinggi bulan dan elongasi bulan yang memenuhi Parameter Kalender Global. 

Berdasarkan perhitungan tersebut, Muhammadiyah memastikan bahwa awal ramadhan 2026 jatuh serentak di seluruh dunia pada 18 Februari 2026. Sementara itu, Muhammadiyah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah jatuh pada Jumat (20/3/2026), dan Idul Adha pada Rabu (27/5/2026).

Puasa Ramadhan 2026 Versi NU

Hingga saat ini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) belum mengumumkan secara resmi perkiraan awal puasa ramadhan 2026. NU menggunakan metode Hisab Imkanur Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU), yaitu metode yang mengombinasikan perhitungan hisab dengan rukyatul hilal.

Kepastian awal Ramadhan versi NU baru akan ditetapkan setelah dilakukan pemantauan hilal pada tanggal 29 Syaban. Metode ini serupa dengan yang digunakan pemerintah, sehingga besar kemungkinan hasilnya akan sejalan dengan keputusan Sidang Isbat.

Apabila merujuk pada kalender hijriah pemerintah, maka awal ramadhan 2026 versi NU diperkirakan jatuh pada Kamis (19/2/2026). Namun demikian, NU tetap menunggu hasil rukyatul hilal sebelum menetapkan keputusan resmi. 

Mengapa Awal Puasa Bisa Berbeda?

Perbedaan awal Ramadhan bukanlah fenomena baru di Indonesia. Dikutip dari Kompas.com, hal ini disebabkan oleh perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah yang digunakan masing-masing pihak.

Muhammadiyah menggunakan hisab murni dengan prinsip kesatuan matlak global. Pemerintah mengombinasikan hisab dan rukyah dengan kriteria MABIMS. Sementara NU menunggu hasil rukyatul hilal sebagai dasar penetapan. Dengan waktu menuju Ramadhan 2026 yang semakin dekat, masyarakat diimbau untuk mulai mempersiapkan diri secara fisik dan spiritual, sembari menunggu keputusan resmi pemerintah melalui Sidang Isbat. *

Baca berita lain di Pos Kupang.com KLIK >>. GOOGLE.NEWS

Sebagian Artikel ini sudah tayang di Grid.ID 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved