Minggu, 12 April 2026

Paskah 2026

Suara Gembala GMIT: Jalan Salib Jadi Ruang Refleksi, Edukasi dan Transformasi Iman

Secara khusus, ia mengapresiasi kerja keras para pemuda yang telah berlatih hingga larut malam demi menyukseskan prosesi tersebut.

Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/
Drama Prosesi jalan salib oleh pemuda GMIT Klasis Kota Kupang di Taman Nostalgia Kota Kupang, Kamis (2/4/2026) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Ibadat pembukaan Prosesi Jalan Salib ke-10 Pemuda GMIT Klasis Kota Kupang di Taman Nostalgia, Kamis (2/4/2026), tidak hanya berlangsung khusyuk, tetapi juga diwarnai dengan suara gembala yang menegaskan makna mendalam dari kegiatan tersebut bagi gereja dan masyarakat.

Ketua Majelis Klasis Kota Kupang, Pdt. Delviana K. Poych-Snae, S.Th., M.Pd.K, dalam suara gembalanya menyampaikan apresiasi kepada pemuda GMIT yang terus menjaga tradisi iman melalui prosesi jalan salib.

“Hari ini dan besok kita melaksanakan salah satu keputusan persidangan Majelis Klasis Kota Kupang, yakni prosesi jalan salib. Ini warisan iman yang luar biasa dari para pemuda,” ujarnya.

Ia menegaskan, kegiatan Jalan Salib penting untuk terus dilaksanakan setiap tahun karena sejalan dengan visi Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) sebagai gereja yang misioner.

Baca juga: Ribuan Umat Padati Misa Kamis Putih di Stasi St. Markus Kaniti

“Gereja bukan tujuan, tetapi alat yang diutus Tuhan untuk menjadi garam dan terang di dunia. Jalan salib ini adalah bentuk nyata kehadiran gereja di tengah masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, terdapat lima makna penting dari pelaksanaan prosesi jalan salib. Pertama, sebagai ruang refleksi teologis di tengah derasnya arus informasi dan dominasi media sosial.

“Kita mendapat kesempatan untuk merefleksikan kisah penderitaan Kristus secara nyata. Bahkan sebagai pendeta, saya menemukan sudut pandang baru ketika menyaksikan langsung setiap etape jalan salib,” ungkapnya.

Kedua, jalan salib menjadi sarana edukasi visual bagi jemaat. Melalui peragaan atau drama di setiap etape, kisah sengsara Yesus lebih mudah dipahami dibandingkan hanya melalui khotbah.

“Visualisasi ini membuat jemaat lebih antusias dan mampu menghubungkan cerita Alkitab dengan pengalaman nyata,” katanya.

Ketiga, kegiatan ini menjadi bagian dari kesaksian iman Kristen di ruang publik. Menurutnya, prosesi jalan salib merupakan kesempatan bagi gereja untuk menunjukkan identitas iman kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Keempat, jalan salib menjadi wadah membangun persekutuan dan kebersamaan. Ia menilai keterlibatan berbagai pihak, baik gereja, pemerintah, maupun masyarakat, menunjukkan kuatnya semangat gotong royong.

“Semua pihak bergandengan tangan demi suksesnya kegiatan ini. Ini adalah wajah kebersamaan yang nyata,” ujarnya.

Kelima, kegiatan ini diharapkan membawa transformasi hidup bagi setiap orang yang terlibat maupun yang menyaksikan.

“Kita mungkin tidak kekurangan orang pintar, tetapi kita sering kekurangan integritas dan keteladanan. Jalan salib mengajak kita kembali belajar dari Kristus untuk mengalami pertobatan dan pemulihan,” tegasnya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved