Minggu, 3 Mei 2026

Kota Kupang Terkini

Stasi St. Henderikus Binilaka, Vikjen KAK Bersama Umat Tanam Pohon dan Lepas Satwa ke Alam

Sedangkan bibit pohon buah-buahan disumbangkan oleh Balai Pengelolaan DAS Benain-Noelmina masing-masing 75 bibit untuk empat jenis tanaman. 

Tayang:
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/MICHAELLA UZURASI
Penanaman bibit pohon di depan Gereja dan rumah Umat Kapela St. Henderikus Binilaka, Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui, Minggu, 15/03/2026. 

Ringkasan Berita:
  • Stasi St. Henderikus Binilaka, Vikjen KAK bersama umat menanam pohon dan lepas satwa ke alam
  • Kegiatan ini dalam rangka menyambut HUT ke-75
  • Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Agung Kupang (KAK), Rm. Krispinus Saku, Pr menekankan pentingnya perbuatan kecil dilakukan dengan cinta yang besar

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Dalam rangka menyambut 75 tahun Stasi St. Henderikus Binilaka, Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui, Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Agung Kupang (KAK), Rm. Krispinus Saku, Pr., bersama umat melakukan penanaman pohon dan melepaskan satwa ke alam Minggu, 15/03/2026. 

Romo Kris, usai melakukan penanaman mengatakan, Gereja Katolik dibangun diatas kekuatan persatuan dan persatuan itu menjadi keutamaan umat Gereja Katolik dalam peziarahan bersama dengan keterlibatan yang berbeda. 

"Itu menjadi contoh dalam kesaksian misi kedepan termasuk perayaan 75 tahun yang kita sudah mulai di tempat ini. 
Kita berharap untuk perjalanan bersama karena kita tidak hanya berhenti dalam perayaan liturgis dan seremoni biasa tapi perayaan itu harus menguatkan persatuan umat dalam kehidupan bersama dengan peran aktif yang berbeda tapi untuk mewujudkan menghadirkan gereja yang bermisi kedepan yang membawa harapan dari waktu ke waktu. 

Baca juga: Ribuan Umat Katolik Ikuti Misa Rabu Abu di Paroki Santo Yoseph Pekerja Penfui Kota Kupang

Harapan itu harapan sukacita, seperti di bumi dan di surga. Tuhan memberkati," ujarnya. 

Romo Kris juga menekankan pentingnya perbuatan kecil dilakukan dengan cinta yang besar. 

Jika pohon yang ditanam dirawat dengan cinta yang besar pasti membawa berkat. Sebaliknya, meskipun menanam 1000 pohon jika tanpa cinta yang besar maka sia-sia. 

Ketua Panitia Perayaan 75 Tahun Stasi St. Henderikus Binilaka, Prof. Antonius R. B. Ola dalam kesempatan tersebut mengatakan, rangkaian kegiatan akan terus berlangsung hingga tanggal 19 September mendatang. 

"Temanya 75 tahun berserah dalam iman, bertumbuh dalam kasih, bersaksi dalam pelayanan. Nah kegiatan ini kami bagi dalam beberapa pilar, pilar yang pertama, rohani dan liturgi, sejarah dan realisasi iman, yang ketiga, sosial, pastoral dan pelayanan, keempat, budaya, seni dan kebersamaan. Hari ini adalah sosial pastoral dan pelayanan, salah satunya adalah kepedulian gereja terhadap jeritan alam," kata Prof. Anton. 

"Jeritan alam ini mengharuskan kita menjadi rekan kerja Allah dengan menanam pohon dengan menanam bibit, sebenarnya yang ini sedang menjadi tangan Allah yang menghijaukan kembali dunia yang kita cintai bersama. 
Ini sebenarnya sesuai juga dengan ensiklik Laudato Si yang diberikan oleh Paus Fransiskus mengenai bumi adalah rumah kita bersama dan salah satunya adalah pertobatan ekologis yaitu kita menanam pohon sebagai bentuk nyata pertobatan atas kerusakan lingkungan dan bagaimana peran gereja dan masyarakat untuk berperan secara aktif dalam melestarikan alam," tambahnya. 

Lanjut dia, langkah menanam pohon sebenarnya dilihat dari aspek gereja, sosial dan juga aspek edukasi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam melestarikan Iingkungan semesta. 

Selain penanaman pohon dan pelepasan satwa, beberapa rangkaian kegiatan lainnya adalah bantuan pelayanan kepada umat yang kurang mampu, bantuan pendidikan, juga di bidang pendidikan ada berbagai lomba rohani, lomba kitab suci, tarian dan seni budaya. 

"Harapan kita supaya umat makin bertumbuh dengan baik kemudian merawat ciptaan sehingga alam kita menjadi lebih baik dan umat berdampingan dengan baik. Selain dengan kegiatan rohani di gereja umat terus berkarya dalam pelayanan dengan hal sederhana seperti menanam tetapi memberikan efek yang besar untuk masa depan," tutupnya. 

Salah satu undangan, Marselinus Ngganggus, mengatakan, apa yang dilakukan hari ini adalah sesuai perintah gereja tetapi lebih daripada itu, Tuhan memang menciptakan alam dengan komplit. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved