Senin, 13 April 2026

Kerjasama Indonesia Timor Leste

Indonesia dan Timor Leste Perkuat Kerjasama Ekonomi di Wilayah Perbatasan

Melalui otoritas Bea Cukai Atambua, pemerintah Indonesia menyelenggarakan Focus Group Discussion kerjasama bilateral dengan Timor Leste Alafandega.

Editor: Ryan Nong
ANTARA FOTO
Warga melintas puntu PLBN Terpadu Motamasin Malaka. PLBN Motamasin merupakan salah satu gerbang yang menghubungkan Indonesia dan Timor Leste di wilayah Proovinsi NTT. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) terus memperkuat kerjsama bilateral dalam bidang ekonomi. 

Melalui otoritas Bea Cukai Atambua, pemerintah Indonesia menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) kerja sama bilateral dengan Timor Leste Alafandega. 

Kegitan diskusi dengan fokus utama mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan kedua negara itu dilaksanakan di Atambua Kabupaten Belu NTT, Selasa 30 April 2024 lalu.

Baca juga: Timor Leste Dukung Kerja Sama Bilateral Pembangunan Ekonomi Perbatasan

Dalam keterangannya kepada POS-KUPANG.COM, Direktur Kerja Sama Internasional Kepabeanan RI, Anita Iskandar menyebut diskusi yang bertujuan untuk membahas kerja sama internasional di tingkat perbatasan dan pusat itu sebagai sebuah langkah positif.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Timor Leste dan KBRI Dili atas dukungan mereka," kata Anita dalam keterangannya, Rabu, 1 Mei 2024.

Anita menjelaskan bahwa kerja sama antara Bea Cukai Indonesia dan Timor Leste telah berjalan dengan baik, terutama dengan adanya peningkatan ekonomi yang signifikan setelah masa pandemi.

"MoU yang ditandatangani pada 27 April 2021 telah menghasilkan kerja sama yang bermakna dalam bidang kepabeanan," tambahnya.

Beberapa program kerja sama telah diimplementasikan, sementara yang lain masih dalam proses. Namun, MoU ini akan menjadi landasan hukum untuk program kerja sama di masa mendatang.

"Kami berkomitmen untuk meningkatkan hubungan bilateral terutama dalam hal kepabeanan," ungkap Anita.

Diskusi Fokus ini dihadiri oleh perwakilan dari Bea Cukai dan Bea Cukai Timor Leste Alafandega, serta KBRI Dili.

"Kami berharap diskusi ini akan menghasilkan gagasan konstruktif untuk meningkatkan kerja sama di masa mendatang," tambah Anita.

Bea Cukai Atambua bertekad untuk meningkatkan perdagangan dan perekonomian di perbatasan melalui kerja sama yang lebih erat dengan Timor Leste.

Sementara itu, Koordinator of Relation International and Communication Unit of Timor Leste Custom Authority, Rui Manuel Freitas menyampaikan partisipasi Timor Leste dalam kegiatan FGD bersama Bea Cukai Indonesia merupakan sebuah kehormatan.

"Kami ucapkan terima kasih atas undangan dari Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Direktorat Bea dan Cukai yang menggelar diskusi pengembangan ekonomi di wilayah perbatasan dua negara," ujar dia.

Indonesia dan Timor Leste, kata Rui, telah berkomitmen untuk memperkuat hubungan bilateral, khususnya di wilayah perbatasan melalui berbagi kegiatan perdagangan, olahraga, budaya, dan pariwisata.

"Kerjasama ini bertujuan untuk lebih mempererat hubungan antara kedua negara, terutama di antara masyarakat perbatasan," kata dia. (Cr23/*).

 

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved