Breaking News
Minggu, 12 April 2026

Berita Lembata

Mengenal Lebih Dekat Dengan M Jafar SB, Cakades Kalikur Lembata

JAFAR, begitu sering ia dipanggil di desa Kalikur, Kecamatan Buyasuri dan di wilayah Kedang pada umumnya

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Muh. Jafar Sabandar, Calon Kepala Desa Kalikur, Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA-JAFAR, begitu sering ia dipanggil di desa Kalikur, Kecamatan Buyasuri dan di wilayah Kedang pada umumnya. Dia juga memiliki sapaan akrab Sabandar yang diambil dari nama salah satu tokoh pencetus kongres PSII tahun 1968 di Kampung BARENG.

Warga desa Kalikur, Abas Leutuang, menceritakan dalam keterangan tertulisnya, bahwa sebagai penghormatan terhadap tokoh tersebut, ayahanda (alm) Adam Wuakero mengabadikan nama itu pada putra pertamanya JAFAR SABANDAR pada September 1968.

MUH. JAFAR SB, adalah generasi menengah (dalam literasi Kalikur) setelah generasi sebelumnya yang berperan sebagai figur, tokoh dan pemimpin panutan Kalikur seperti di antaranya Bapak Moh. Amin Mamboly (alm) Bapak Damra Dato, Bapak Ibrahim Lamawulo, Bapak Sulaiman Syarif, Bapak Moh. Darwan Muslih, dan Bapak H. Hasanuddin Nashrun.

Terilhami oleh pikiran cerdas generasi tua di atas, serta didikan dan sentuhan halus tangan-tangan bijak mereka, MOH.JAFAR SB bisa menjadi ketua GEMUIS (Generasi Muda Islam) Kalikur di tahun 2000 - 2004.

Baca juga: Belum Ada Sikap Politik DPRD Lembata Tentang Awololong, Tanah Merdeka dan Kantor Camat Buyasuri

Ia kemudian menjadi tokoh muda yang familiar karena terlibat dan melibatkan diri bersama orang - orang kecil mengurus masyarakat kecil, berdiskusi penuh wibawa, santun serta mencari solusi terhadap masalah kemasyarakatan.

Menurut Abas, kepiawaian Jafar teruji ketika mencoba membuka katup demokrasi yang tertutup oleh budaya oportunis dan patriarkat saat menjadi ketua BPD Desa Kalikur periode tahun 2006-2009.

Kedewasaannya juga teruji ketika Jafar diusung menjadi Calon Kepala DESA KALIKUR di tahun 2009 walaupun dewi fortuna belum berpihak padanya.

Abas mengungkapkan, jejak kiprahnya terbaca jelas dalam wangi keringat yang berpeluh dalam balutan pribadi nan tulus, santun dan sederhana dalam hidupnya. Misi Kerakyatannya adalah menanggalkan gengsi egonya Sebagai putra WUEKERO (Leu Auq Wala) dengan turut bersama rakyat, membela kepentingan masyarakat yang tertindas. Naluri kepemimpinannya yang dibalut kebeningan dan keikhlasan hati BERTEKAD mengabdikan DIRI sebagai PELAYAN RAKYAT, menata KALIKUR berperadaban, dan berkemajuan.

"Dengan modal KEJUJURAN dan hiasan kepolosan senyum tulusnya, bertekad membentang Layar keterbukaan, menyibak badai penderitaan, menantang arus pemiskinan, melaju bersama bahtera mengarung pulau meraih kemajuan bersama : AKU KALIKUR, UNTUK KALIKUR BERMARTABAT," pungkas Abas. (*)

Baca Berita Lembata Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved