Berita Sumba
Pembangunan Jaringan Irigasi DI Kodi Sudah Capai 90 Persen
Selain pekerjaan galian saluran primer dan skunder namun ada juga paket pekerjaan plat penyebrangan sebanyak empat buah serta pekerjaan bangunan bagi
Penulis: Ferry Ndoen | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Ferry Ndoen
POS KUPANG.COM, KUPANG - Pekerjaan lanjutan pembangunan jaringan irigasi pada Daerah Irigasi (DI) Kodi, di wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) dari target
pekerjaan 1.060 meter hingga saat ini telah pencapai 90 persen.
Pekerjaan lanjutan pembangunan jaringan irigasi DI Kodi menggunakan pagu dana APBN tahun anggaran anggaran (TA) 2016 sekitar Rp 9,05 miliar
Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Non Vertikal Tertentu (NVT) PJPA Nusa Tengara II, pada Balai Wilayah Sungai (BWS) NT II, Ir. Yayat Sumaryat, MT melalui PPK Irigasi III Wilayah Sumba, Ir. Ruben Riwu, MP.SDA, menjelaskan kepad Pos Kupang.Com, Jumat (18/08/2016)
"Selain pekerjaan galian saluran primer dan skunder namun ada juga paket pekerjaan plat penyebrangan sebanyak empat buah serta pekerjaan bangunan bagi sadap buah. Pekerjaan bagunan bagi sadap sudah tuntas (selesai) dikerjakan sebanyak dua paket pekerjaan yang rampung sedangkan dua pekerjaan masih dalam proses," jelas mantan PPK OP SDA I.
Ruben Riwu menjelaskan, ada tambahan pekerjaan pasangan saluran. "Dua pekerjaan plat penyebrangan masih dalam proses dan ada tambahan pekerjaan pasangan saluran primer sepanjang 60 meter dengan lebar tiga meter," tambahnya.
Saat ditanyakan soal rencana PHO paket pekerjaan pembangunan jaringan irigadi DI Kodi TA 2016, Ruben menegaskan, akan dilaksanakan sesuai yang sudah ditandatangani dalam kontrak kerja bersama mitra rekanan, yakni pada bulan Oktober mendatang.
"Namun jika dilihat dari realisasi hasil pekerjaan yang sudah dilaksanakan hingga saat ini maka saya yakin pada bulan September nanti sudah bisa rampung dan dilaksanakan PHO," tuturnya.
Tentang endala yang dihadapi selama melaksanakan peket pekerjaan lanjutan jaringan irigadi DI Kodi, Ruben menegaskan, hanya terkendala pada cuaca akibat curah hujan.
"Di wilayah Kodi selalu turun hujan. Ini juga menjadi salah satu kendala yang dihadapi mitra rekanan di lapangan saat menyelesaikan paket pekerjaan. Namun semua bisa disiasati dan diatur schedule kerja dengan baik oleh mitra kerja sehingga cuaca bukan menjadi halangan dan kendala utama," paparnya.
Tentang perencanaan tahun 2017 berkaitan dengan lanjutan pekerjaan jaringan irigasi DI Kodi, pria berkepala plontos ini mengaku pihaknya masih tetap melakukan usula lanjutan pekerjaan DI Kodi
"Kita usulkan untuk lanjutan pekerjaan pasangan dari area bendung berupa pekerjaan saluran serta ada juga pekerjaan galian tambahan sekitar 11 km untuk saluran primer dan saluran sekunder," ujarnya
Dia mengaku pekerjaan tahun ini posisi pekerjaan sudah memasuki (sampai) pada bangunan dua dimana pada bangunan dua tersebut sudah ada lawan persawahan tadah hujan milik petani setempat seluas 90 ha lebih. Lahan sawah tadah hujan ini digarap petani setempat dengan sistem gogo rancah atau pola tanam tadah hujan.
"Kita belum bisa mendistribusikan ir karena masih ada saluran tanah. Tahun depan kita ajukan untuk program lanjutan dengan usulan anggaran Rp 51 miliar," pungkas Ruben. (fen)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bagunan-bagi-sadap-jaringan-irigasi-di-kodi_20160819_102546.jpg)