Minggu, 12 April 2026

Lokalisasi Dolly Ditutup

Anggi, PSK Simpinan Pengusaha Bisa Tinggal di Kontrakan Mewah

Keresahan banyak pekerja seks komersial (PSK) di kompleks lokalisasi prostitusi Dolly dan Jarak, akibat kebijakan penutupan oleh Pemerintah

Editor: Alfred Dama

AFP PHOTO / ROMEO GACAD Pekerja seks dan penjaga berada di toko mereka yang tutup di kawasan Dolly, Surabaya, Rabu (18/6/2014) malam, setelah pemerintah kota resmi menutup kawasan prostitusi terbesar di Asia Tenggara tersebut.

 

POS KUPANG.COM, SURABAYA -- Keresahan banyak pekerja seks komersial (PSK) di kompleks lokalisasi prostitusi Dolly dan Jarak, akibat kebijakan penutupan oleh Pemerintah Kota Surabaya, seolah tak dirasakan Anggi (29). Pasca-penutupan kompleks pelacuran itu, PSK ini diungsikan oleh kekasihnya ke sebuah kontrakan yang terbilang mewah.

Harga sewa kamar yang terletak di sekitar Jalan Kedungdoro, Surabaya, itu mencapai Rp 15 juta per tahun. Anggi telah dipindahkan oleh kekasihnya sejak berkembangnya kabar penutupan Dolly-Jarak.

Anggi yang sejak tahun 2009 telah bekerja di kawasan Jarak mengaku menjadi istri simpanan seorang pengusaha yang bermukim di Bangkalan, Madura. Anggi mengaku tidak tahu pasti usaha apa yang dijalankan kekasihnya itu. "Semula hanya langganan, terus semakin dekat sampai sekarang," kata dia.

Anggi sadar betul kalau kekasihnya itu sudah punya anak dan istri. Namun entah mengapa, karena merasa nyaman, Anggi terus menjalin hubungan, hingga menjadi wanita simpanan.

Layaknya menjadi istri, Anggi juga mendapat nafkah setiap bulannya. "Uangnya cukuplah buat kebutuhan sehari-hari," kata dia.

Dengan kondisi itu, PSK asal Semarang berkulit kuning langsat ini pun menjadi tak memiliki gambaran, akan digunakan untuk apa uang kompensasi sebesar Rp 5.050.000 yang diterimanya dari Kementerian Sosial, Jumat (20/6/2014).

Jelas, sebagai simpanan pengusaha, Anggi memang tidak seperti PSK lain yang sudah berangan-angan membuka usaha ternak, dagang, dan sebagainya. "Saya tabung dulu, mungkin suatu saat diperlukan," kata Anggi saat ditemui pada siang tadi.

Anggi adalah satu dari 1.449 PSK yang terdata menerima kompensasi penutupan kompleks lokalisasi Jarak-Dolly. Sebagian dari para PSK memilih menolak menerima kompensasi, serta memilih tetap bertahan dan beroperasi hingga menjelang bulan puasa.  *

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved