Ada Trik Khusus untuk Tarik Pengunjung Dugem
Tempat HIburan Malam memiliki trik khusus untuk menarik pengunjung dugem. Mulai hiburan live musik, sajian musik hip-hop atau berkaraoke.
Untuk panggung musik, biasanya manajemen THM menghadirkan grup musik dari luar NTT yang dikontrak satu hingga tiga bulan. Saat beraksi, grup musik menyajikan lagu-lagu yang sementara hits di pasaran. Tetapi di sela-selanya juga melayani permintaan lagu bahkan pengunjung bisa ikut bernyani dengan diiring band grup musik tersebut.
Sementara fasilitas ruangan biasanya manajemen THM menyediakan ribuan lagu dari irama pop, dangdut, rock, lagu dareah hingga lagu barat dan China. Tak hanya itu, DJ memainkan musik hip-hopnya, di beberapa THM menyajikan beberapa dancer yang menari dengan pakaian seksi ditengah sorotan lampu warna-warni.
Sementara ada THM yang menyajikan karaoke dengan layar lebar di hall diselingi dengan pemutaran musik hip-hop oleh DJ langsung dan menyediakan ruangan khusus untuk berkaraoke bagi mereka yang suka bernyanyi tak mengantre.
Untuk berkaraoke di hall, pengunjung harus rela mengantri antara meja satu dengan meja lainnya. Masing-masing meja diberikan jatah maksimal dua lagu dengan biaya Rp 2.500 hingga Rp 3.000 setiap lagunya.
Sementara di ruangan, pengunjung bebas bernyanyi memilih lagu yang ada didaftar komputer tanpa batasan waktu. Di ruangan, pengunjung hanya dikenakan biaya ruangan setiap jamnya bervariasi tergantung besar kecilnya ruangan.
Baik di ruangan maupun di hall fasilitas ruang ber AC, kursi sofa, lampu sorot, penyedot asap hingga toilet sudah tersedia. Perbedaannya, di ruangan pengunjung dapat bernyanyi sepuas hati tanpa harus mengantri. Selain itu, pengunjung mendapatkan fasilitas kursi yang empuk, ruangan ber AC, toilet khusus, hingga petugas khusus yang berjaga di ruang.
Terakhir, berbagai fasilitas dari sarana tempat menyanyi, aneka macam hiburan hingga ketersediaan cewek pendamping bermuara pada omset yang didapatkan masing-masing tempat hiburan malam.
Soal omset, rata-rata pemilik THM menolak membocorkan berapa jumlah yang didapatkan setiap harinya.
Informasi yang dihimpun setiap harinya THM bisa mendapatkan pemasukan antara Rp 10 juta hingga Rp 30 juta hitungan kotor. Namun pendapatan itu tidak stabil tergantung berapa banyak pengunjung yang datang ke THM. Bila dikalkulasi bisa jadi masing-masing THM setiap bulan memperoleh pendapatan antara Rp 300 juta hingga Rp 600 juta.
Kendati demikian pendapatan itu tidak bisa dikatakan sebagai untung dari THM. Dari pendaptan itu harus dikeluarkan untuk biaya sewa gedung, bayar gaji cewek pendamping, belanja minuman hingga bayar gaji karyawan.
Pendapatan THM kebanyakan didominasi dari hasil banyaknya cewek
pendamping yang diboking hingga penjualan minuman. Biaya yang dikeluarkan untuk membayar gaji cewek pendamping dan pembelian minuman bisa mencapai 80 persen keatas.
Dengan demikian keuntungan THM perbulannya maksimal hanya 20 persen dari pendapatan kotor yang didapat setiap bulannya. Keuntungan itu kadang-kadang masih harus dikurangi untuk biaya perawatan dan upgrade alat demi peningkatan pelayanan.
Gambaran di atas menunjukkan geliat tempat hiburan malam di Kota Kupang sebagai bisnis usaha yang menjanjikan kedepannya. Pola hidup warga Kota Kupang yang glamor dan suka mencari hiburan menjadikan seluruh THM memiliki pasar masing-masing.
Untuk itu bagi warga yang ingin mendatangi THM, siapkan memang dari rumah terkait uang yang harus dikeluarkan saat menikmati hiburan. Jangan sampai sudah minikmati habis hiburan tak mampu membayarnya.