Harga Emas
Sore Ini, Harga emas Antam, Galeri24 dan UBS Kompak Turun Rp 6.000 Per Gram, Cek Daftar Terbaru
Sore Ini, Senin 16 Maret 2026, harga emas Antam, Galeri24 dan UBS kompak turun tipis Rp 6.000 Per Gram, cek daftar terbarunya
Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Adiana Ahmad
Harga emas dunia menunjukkan tren penurunan.
Logam mulia ini terancam mengalami penurunan selama empat hari berturut-turut.
Pelemahan ini terjadi di tengah konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.
Pada pukul 07:30 WIB, harga emas di pasar spot berada di level US$ 5.018 per troy ons, turun tipis 0,08 persen dibandingkan penutupan akhir pekan lalu.
Sebelumnya, emas sudah turun selama tiga hari berturut-turut dengan total penurunan 3,22 % .
Sentimen pasar terbebani oleh perang antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel, yang juga berdampak pada kenaikan harga minyak dunia. Akhir pekan lalu, harga minyak mentah Brent mencapai US$ 103,14 per barel, level tertinggi sejak Juni 2022.
Kenaikan harga minyak berpotensi mendorong inflasi, sehingga membatasi ruang bagi bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneter. Emas sebagai aset tanpa imbal hasil menjadi kurang menarik dalam lingkungan suku bunga tinggi.
Baca juga: Makin Murah, Harga Emas di Pegadaian Hari Ini 15 Maret 2026 Turun Lagi
Menurut analisis teknikal, emas telah memasuki zona bearish dengan Relative Strength Index (RSI) 14 hari sebesar 48. Stochastic RSI 14 hari juga berada di level 9, menunjukkan kondisi oversold.
Target resisten terdekat berada di US$ 5.060 per troy ons (Moving Average/MA 5), diikuti MA-10 di US$ 5.102 per troy ons.
Sementara itu, pivot point berada di US$ 4.999 per troy ons, dengan potensi support di US$ 4.992-4.952 per troy ons. Target pesimis berada di US$ 4.904 per troy ons.
Konflik yang melibatkan AS dan Israel terhadap Iran, yang dimulai sejak 28 Februari, turut mempengaruhi pergerakan harga emas.
Harga sempat melonjak ke US$ 5.423 per troy ons saat serangan pertama, didorong oleh permintaan aset safe haven.
Namun, aksi jual kemudian menekan harga lebih dari 6 % . CEO Metals Daily, Ross Norman, seperti dikutip dari CNBC pada 14 Maret 2026, menyatakan bahwa investor institusional khawatir memegang emas batangan karena volatilitas yang tinggi, sementara investor ritel melakukan penjualan panik.
Faktor lain yang membatasi kenaikan harga emas adalah penguatan nilai tukar dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah.
Kenaikan suku bunga meningkatkan daya tarik aset yang memberikan imbal hasil seperti obligasi pemerintah dibandingkan dengan emas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/harga-emas-hari-ini-Sabtu-21-Feb-26.jpg)