Breaking News
Kamis, 30 April 2026

NTT Terkini

Mama Ana, Semangat Perempuan Timor dan Mimpi Go Internasional 

Setelah merambah pasar nasional, Mama Ana pun mulai bermimpi untuk Go Internasional, dan berkolaborasi dengan JNE sebagai mitra ekspedisi.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Yeni Rahmawati
POS-KUPANG.COM/HO
PODCAST - Owner Mama Ana, Olivira Ballo dalam podcast Cerita Bersama Brand Lokal di kanal YouTube JNE_ID https://bit.ly/CeritaBersamaMamaAna. 

Ringkasan Berita:
  • Nama Mama Ana tak asing lagi sebagai jenama lokal camilan sehat dan alami khas Nusa Tenggara Timur (NTT). 
  • Hal ini berkat komitmen dan inovasi produknya yang tanpa bahan tambahan, camilan Mama Ana kini terus digemari karena menghadirkan cita rasa terbaik.
  • Bahkan, setelah merambah pasar nasional, Mama Ana pun mulai bermimpi untuk Go Internasional, dan berkolaborasi dengan JNE sebagai mitra ekspedisi.

 

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Nama Mama Ana tak asing lagi sebagai jenama lokal camilan sehat dan alami khas Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Hal ini berkat komitmen dan inovasi produknya yang tanpa bahan tambahan, camilan Mama Ana kini terus digemari karena menghadirkan cita rasa terbaik.

Bahkan, setelah merambah pasar nasional, Mama Ana pun mulai bermimpi untuk Go Internasional, dan berkolaborasi dengan JNE sebagai mitra ekspedisi.

Kisah sukses Brand Lokal Mama Ana Kupang ini berawal dari ide dan semangat Olivira Ballo, sang Owner Mama Ana yang biasa disapa Kak Ira, untuk memulai usaha kuliner khas Timor-NTT pada tahun 2013. 

Ide dasarnya adalah pengolahan bahan baku makanan khas NTT menjadi menjadi produk yang bisa dijual ke pasar dan mendatangkan cuan atau keuntungan. 

Perjalanan bisnis Kak Ira ini Ia ceritakan dalam podcast Cerita Bersama Brand Lokal di kanal YouTube JNE_ID https://bit.ly/CeritaBersamaMamaAna.  

Misi Ira pada waktu itu adalah bagaimana membangun ekonomi lewat bahan baku lokal. 

Baca juga: Tahun 2025, 58 PMI Asal Kabupaten TTU Legal Dikirim ke Luar Negeri

Namun dari sekian banyak bahan baku lokal Mama Ana sendiri  fokus pada pengolahan kacang-kacangan, gula lontar dan serelia atau biji-bijian seperti sorgum.

Sedangkan untuk memberi identitas produknya saat itu Kak Ira terbersit memberi nama usahanya dengan nama mama kandungnya sendiri yakni Mama Ana, yang kini berusia 80 tahun.

Ternyata, pemilihan nama sebagai brand atau merk sebuah produk memiliki makna dan rasa tersendiri.

Nama seperti nyawa, seperti hidup, dan memiliki hokinya sendiri.

Dalam perjalanannya Mama Ana ternyata banyak melibatkan para perempuan dengan semangat wanita timor dalam proses produksi berbagai produknya. 

“Dalam keseharian kita sering bermitra dengan para perempuan hebat di seantero Timor, NTT. Dari mereka yang mengelola kenari di Alor, petani kacang tanah, sorgum, dan ibu-ibu kelompok penganyam daun lontar yang menyediakan anyaman lontar, jadi semangat Mama Ana hidup di alam bawah sadar sehingga terciptalah berbagai produk lokal yang berkualitas ,” kata Kak Ira. 

Seiring berjalannya waktu, serta terpaan masalah dan tantangan yang dihadapi dalam berbisnis, maka muncullah kreativitas, ide dan inovasi produk dengan tetap berkomitmen menjaga ciri khas rasa sebagai nilai budaya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved