Kamis, 9 April 2026

Kepausan

Kondisi Klinis Paus Fransiskus Stabil dalam Beberapa Hari Terakhir

Sejak dirawat di rumah sakit 14 Februari 2025, Paus asal Argentina ini belum muncul di hadapan publik.

Editor: Dion DB Putra
POS KUPANG/HO
KONDISI SEMAKIN STABIL - Suster Irene OP mencium tangan Paus Fransiskus di Kedubes Vatikan untuk Indonesia di Jakarta, Rabu (4/9/2024). Kondisi kesehatan Paus Fransiskus stabil dalam beberapa hari terakhir. 

POS-KUPANG.COM, VATIKAN - "Kondisi klinis Bapa Suci dalam beberapa hari terakhir tetap stabil, dengan demikian, menunjukkan respons yang baik terhadap pengobatan."

Demikian pernyataan resmi Vatikan, dikutip dari Reuters pada Minggu (9/3/2025).   

Vatikan juga menyatakan bahwa Paus tidak mengalami demam, dan hasil tes darahnya tetap stabil.   

Meskipun para dokter melihat adanya peningkatan kondisi kesehatannya, mereka tetap berhati-hati dalam memberikan prognosis dan akan terus memantau perkembangannya dalam beberapa hari mendatang.   

Sri Paus Fransiskus masih menerima terapi oksigen untuk membantu pernapasannya.  

Di siang hari, Paus asal Argentina itu  menggunakan selang oksigen kecil di hidungnya, sedangkan pada malam hari, ia memakai ventilasi mekanis non-invasif saat tidur.   

Sri Paus telah mengalami beberapa masalah kesehatan dalam dua tahun terakhir dan rentan terhadap infeksi paru-paru karena ia pernah menderita radang selaput paru (pleuritis) di masa muda dan sebagian paru-parunya pernah diangkat.   

Sejak dirawat di rumah sakit 14 Februari 2025, Paus asal Argentina ini belum muncul di hadapan publik.

Ini merupakan periode terpanjang dirinya absen dari aktivitas luar sejak awal masa kepausannya hampir 12 tahun lalu.   

Para dokter belum memberikan kepastian waktu pengobatan ini akan berakhir.  Vatikan juga menyatakan, Paus akan kembali melewatkan doa mingguan bersama para peziarah pada hari Minggu untuk minggu keempat berturut-turut. 

Beberapa dokter yang tidak terlibat langsung dalam perawatan Paus memperkirakan bahwa pemulihannya akan membutuhkan waktu lama dan penuh tantangan, mengingat usianya serta kondisi medis yang telah ia derita sebelumnya.   

Di luar Rumah Sakit Gemelli Roma, sejumlah orang, pada Sabtu (8/3/2025), berkumpul untuk mendoakan kesembuhan Paus Fransiskus.  

Mereka menyalakan lilin, meninggalkan tasbih, serta meletakkan berbagai benda doa di kaki patung mendiang Paus Yohanes Paulus II, yang juga sering dirawat di rumah sakit tersebut selama masa kepausannya dari 1978 hingga 2005.   

Maria Neve, seorang warga Napoli, meninggalkan buket bunga kuning kecil sebagai tanda penghormatan.  

"Beliau adalah sosok luar biasa yang telah memberikan banyak hal bagi orang lain, dan kita, pada gilirannya, harus memberikan sesuatu kembali untuknya," ujarnya.   

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved