Kepausan
Kondisi Klinis Paus Fransiskus Stabil dalam Beberapa Hari Terakhir
Sejak dirawat di rumah sakit 14 Februari 2025, Paus asal Argentina ini belum muncul di hadapan publik.
POS-KUPANG.COM, VATIKAN - "Kondisi klinis Bapa Suci dalam beberapa hari terakhir tetap stabil, dengan demikian, menunjukkan respons yang baik terhadap pengobatan."
Demikian pernyataan resmi Vatikan, dikutip dari Reuters pada Minggu (9/3/2025).
Vatikan juga menyatakan bahwa Paus tidak mengalami demam, dan hasil tes darahnya tetap stabil.
Meskipun para dokter melihat adanya peningkatan kondisi kesehatannya, mereka tetap berhati-hati dalam memberikan prognosis dan akan terus memantau perkembangannya dalam beberapa hari mendatang.
Sri Paus Fransiskus masih menerima terapi oksigen untuk membantu pernapasannya.
Di siang hari, Paus asal Argentina itu menggunakan selang oksigen kecil di hidungnya, sedangkan pada malam hari, ia memakai ventilasi mekanis non-invasif saat tidur.
Sri Paus telah mengalami beberapa masalah kesehatan dalam dua tahun terakhir dan rentan terhadap infeksi paru-paru karena ia pernah menderita radang selaput paru (pleuritis) di masa muda dan sebagian paru-parunya pernah diangkat.
Sejak dirawat di rumah sakit 14 Februari 2025, Paus asal Argentina ini belum muncul di hadapan publik.
Ini merupakan periode terpanjang dirinya absen dari aktivitas luar sejak awal masa kepausannya hampir 12 tahun lalu.
Para dokter belum memberikan kepastian waktu pengobatan ini akan berakhir. Vatikan juga menyatakan, Paus akan kembali melewatkan doa mingguan bersama para peziarah pada hari Minggu untuk minggu keempat berturut-turut.
Beberapa dokter yang tidak terlibat langsung dalam perawatan Paus memperkirakan bahwa pemulihannya akan membutuhkan waktu lama dan penuh tantangan, mengingat usianya serta kondisi medis yang telah ia derita sebelumnya.
Di luar Rumah Sakit Gemelli Roma, sejumlah orang, pada Sabtu (8/3/2025), berkumpul untuk mendoakan kesembuhan Paus Fransiskus.
Mereka menyalakan lilin, meninggalkan tasbih, serta meletakkan berbagai benda doa di kaki patung mendiang Paus Yohanes Paulus II, yang juga sering dirawat di rumah sakit tersebut selama masa kepausannya dari 1978 hingga 2005.
Maria Neve, seorang warga Napoli, meninggalkan buket bunga kuning kecil sebagai tanda penghormatan.
"Beliau adalah sosok luar biasa yang telah memberikan banyak hal bagi orang lain, dan kita, pada gilirannya, harus memberikan sesuatu kembali untuknya," ujarnya.
Paus Fransiskus
Rumah Sakit Gemelli Roma
Rumah Sakit Gemelli
Vatikan
Lapangan Basilika Santo Petrus
Paru-Paru
| Paus Leo XIV Dapat Kejutan dari Umat Katolik Indonesia |
|
|---|
| Pesan Paus Leo XIV untuk Umat Katolik pada Masa Prapaskah: Mendengarkan dan Berpuasa |
|
|---|
| Paus Leo XIV: Semoga Suara Senjata Berhenti |
|
|---|
| Paus Leo XIV Serukan Tiga Hal Penting Mengenai Situasi Terkini di Gaza |
|
|---|
| Penghargaan dari GP Ansor Untuk Mendiang Paus Fransiskus Sudah Sampai di Vatikan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Suster-Irene-dan-Paus.jpg)