Kamis, 9 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Senin 3 Maret 2025, Unta dan Lubang Jarum

Pada abad pertama Masehi di kota Yerusalem ada pintu darurat model lorong memanjang, bagian atasnya melengkung seperti lubang jarum

Editor: Edi Hayong
YOUTUBE/SUARA PAGI RENUNGAN HARIAN KATOLIK
RENUNGAN KATOLIK- RP. John Lewar SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik untuk hari Senin (3/3/2025) 

Oleh : RP Jhon Lewar SVD

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik Senin 3 Maret 2025 ditulis RP Jhon Lewar SVD berjudul, Unta dan Lubang Jarum.

RP Jhon Lewar SVD menulis renungan Hari Biasa Pekan ke 8 merujuk pada Bacaan, Sirakh 17:24-29; Mazmur 32:1-2,5,6,7:  Injil Markus 10:17-27

Berikut ini teks lengkap renungan yang ditulis oleh RP Jhon Lewar SVD hari ini.

Meditatio:

"Lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah" (Mrk 10:25). Kata-kata Yesus ini membuat bingung. Bagaimana mungkin seekor unta dapat masuk ke lubang jarum?

Dalam membaca Kitab Suci, kita diajak untuk memahami konteks peristiwa pada waktu itu.
Lubang jarum itu sangat kecil. Untuk bisa memasukkan benang dibutuhkan kejelian dan ujung benang yang rapi.

Pada abad pertama Masehi di kota Yerusalem ada pintu darurat model lorong memanjang,
bagian atasnya melengkung seperti lubang jarum.

Ada kebiasaan waktu itu pintu gerbang utama ditutup pada sore hari, untuk menghindari
serangan musuh, maka pintu darurat yang difungsikan sebagai pintu keluar masuk ke kota Yerusalem dan dijaga oleh pengawal.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 3 Maret 2025, “Juallah apa yang kaumiliki”

Ada sejumlah tentara yang berjaga di situ dan siapa pun yang hendak lewat atau memasukinya, harus diperiksa.

Unta, yang pada masa itu biasa dipakai sebagai binatang tunggangan dan angkutan barang, masih bisa melewatinya asal penumpang dan barang-barangnya diturunkan terlebih dahulu. 

Setelah barang-barang diturunkan, unta juga harus ditarik masuk ke dalam pintu lubang jarum tersebut.

Kita tahu bahwa unta adalah binatang yang jinak dan penurut sehingga tanpa diperintah dan dituntun, tidak mungkin akan berjalan masuk dan melewati pintu sempit tersebut.

Yesus menggunakan peristiwa masuknya unta melewati lubang jarum sebagai perbandingan orang masuk ke surga. Bagi-Nya, lebih mudah menarik unta masuk melewati pintu lubang jarum daripada menuntun orang kaya masuk surga.

Mengapa? Unta, ketika barang-barang yang melekat di tubuhnya dilepas dan diturunkan, ia diam saja. Ketika dituntun dan ditarik untuk memasuki dan melewati pintu lubang jarum, ia juga mudah dan menurut.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved