Rabu, 8 April 2026

Kunjungan Paus Fransiskus

Profil Paus Fransiskus, Paus Pertama dari Benua Amerika

Sosoknya disorot publik global, ketika ia meminta maaf secara terbuka pada para penyintas pelecehan seksual yang dilakukan oleh pendeta.

Editor: Eflin Rote
INSTAGRAM/FRANCISCUS
Paus Fransiskus dari balkon di Basilika Santo Petrus Vatikan, Juni 2024 

POS-KUPANG.COM - Paus Fransiskus dijadwalkan akan mengunjungi Indonesia pada September 2024. Kunjungan ini akan menjadi kali ketiga pemimpin tertinggi umat Katolik mengunjungi Indonesia.

Paus Fransiskus menjadi paus ke-266 dan terpilih pada 2013 setelah Paus Benediktus XVI pensiun. Sosok Paus Fransiskus disebut menjadi pemimpin disebut mengantarkan era baru dalam sejarah Gereja Katolik.

Dikutip dari BBC, ia adalah paus pertama dari benua Amerika, tepatnya kali pertama paus dari Amerika Latin sepanjang era modern. Selain itu, Paus Fransiskus adalah paus pertama dari ordo Jesuit.

Ia juga memperkenalkan gagasan reformasi ke dalam gereja yang menjawab tantangan zaman, salah satunya terkait krisis iklim dan persoalan lingkungan hidup. 

Sosoknya disorot publik global, ketika ia meminta maaf secara terbuka pada para penyintas pelecehan seksual yang dilakukan oleh pendeta.

Paus Fransiskus juga dikenal getol mengkritisi masalah perbedaan kelas sosial antara yang kaya dan miskin.

Di luar itu, secara personal, reputasinya dikenal luas sebagai sosok yang rendah hati dan bergaya hidup sederhana.

Untuk mengenal lebih dekat tokoh pemimpin Gereja Katolik ini, berikut profil Paus Fransiskus. 

Baca juga: Kunjungan Paus Fransiskus ke Timor Leste, Australia Bantu 60 Tangki Air untuk Kesiapan Logistik

Profil Paus Fransiskus

Paus Fransiskus memiliki nama asli Jorge Mario Bergoglio. Sosok yang berkebangsaan Argentina ini lahir di Buenos Aires, pada 17 Desember 1936. 

Dikutip dari pemberitaan Kompas.com, sebelum menjadi paus, ia adalah Uskup Agung Buenos Aires untuk periode 1998 sampai 2012.

Bergoglio anak pertama dari lima bersaudara. Dari latar belakang akademisnya, ia adalah pemegang gelar master di bidang kimia dari Universitas Buenos Aires.

Alih-alih meneruskan keahliannya itu, ia memilih bergabung ke seminari di Villa Devoto dan masuk ke Serikat Jesus pada 1958.

Ia juga memegang gelar di bidang filsafat dari Colegio Maximo San Jose di San Miguel, Bergoglio. 

Ia sempat mengajar studi literatur dan psikologi di Colegio de la Inmaculada di Santa Fe, Buenos Aires.

Sesudah itu, dia belajar filsafat dan teologi di Faculty of San Miguel. Dia kemudian mengajar di seminari ini sampai mendapat gelar profesor.

Ia menjadi pelayanan gereja dimulai pada 1973. Pada 1980, dia menjadi rektor seminari San Miguel hingga 1986. Gelar doktoralnya diraih di Jerman. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

 

Artikel ini tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved