Berita Sumba Timur

Seorang Ayah di Sumba Timur Tega Rudapaksa Putrinya Saat Istrinya Jadi TKW

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kapolres Sumba Timur AKBP Handrio Wicaksono

Laporan wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong 

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU -- Nasib malang dialami EPL, pelajar 17 tahun asal Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. 

Ia diperkosa oleh ayahnya sendiri, YPM, sebanyak dua kali di rumah mereka, di Kecamatan Lewa Tidahu.

Kejadian naas tersebut bahkan berlangsung di bawah ancaman sang ayah. 

Kapolres Sumba Timur AKBP Handrio Wicaksono mengatakan, kejadian pertama dialami EPL pada 8 Mei 2021 silam, sementara kejadian kedua terjadi pada 8 Oktober 2021.

Awal mula kejadian, tutur Kapolres Handrio, pelaku YPM meraba raba tubuh putrinya saat sedang tidur. Saat itu sekira pukul 02.00 Wita. EPL yang terbangun karena kaget kemudian langsung dicekik dan diancam dibunuh apabila nekat berteriak saat itu.

Baca juga: BEJAT, Ayah Cabuli Anak Kandung Selama Enam Tahun: Dilakukan Setiap Minta Uang Jajan

Selanjutnya, kejadian pilu itu berulang tanggal yang sama lima bulan kemudian. Saat subuh sekira pukul 02.00 Wita, EPL tersadar karena ditampar lelaki 45 tahun itu. . 

"Saat itu pelaku mengancam menggunakan sebilah benda tajam kemudian membuka celana korban dengan paksaan dan langsung menyetubuhi korban," ujar Kapolres Handrio. 

Kapolres menyebut, kejadian memilukan itu berlangsung di dalam rumah mereka yang hanya memiliki satu kamar dengan satu tempat tidur berbentuk balai balai dengan dua tingkat untuk mereka. 

Rumah itu, tambah Kapolres hanya dihuni EPL bersama ayah dan saudara laki lakukan karena sang ibu menjadi tenaga kerja (PMI) di luar negeri sejak 2006 lalu. 

Berdasarkan Laporan Polisi nomor : LP/B/54/RES 1.24/2021/SPKT/Polsek Lewa/Polda NTT tgl 18 Oktober 2021 oleh korban, maka pihak kepolisian dari Polsek Lewa dibawah pimpinan Kanit Reskrim Bripka Joan Pablo HBT langsung mengamankan pelaku Yance di rumahnya. Saat diamankan, Yance tidak melakukan perlawanan. 

Kapolres Handrio menyebut saat ini pelaku telah ditahan di Rutan Polsek Lewa untuk menjalani proses hukum. "Pelaku dijerat Pasal 81 ayat 3 UU No. 17/2016 tentang perubahan kedua atas UU No.23/2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," pungkas Kapolres Handrio. (*) 

Baca Berita Sumba Timur Lainnya