Khasanah Islam

1 Rajab 1441 Hijriah Jatuh Hari Ini, Ini Niat Puasa Qadha Ramadhan di Bulan Rajab, Bayar Utang Puasa

1 Rajab 1441 Hijriah Jatuh Hari Ini, Begini Niat Puasa Qadha Ramadhan di Bulan Rajab, Bayar Utang Puasa!

Editor: Hasyim Ashari
kasadar.com
1 Rajab 1441 Hijriah Jatuh Hari Ini, Ini Niat Puasa Qadha Ramadhan di Bulan Rajab, Bayar Utang Puasa 

1 Rajab 1441 Hijriah Jatuh Hari Ini, Begini Niat Puasa Qadha Ramadhan di Bulan Rajab, Bayar Utang Puasa!

POS-KUPANG.COM - Selasa 25 Februari 2020 dalam penanggalan Hijriah sudah memasuki bulan Rajab 1441 H yang artinya bulan Ramadan sudah dekat.

Jika kamu yang masih memiliki Utang Puasa Ramadan, hendaknya segera membayarkannya sebanyak hari yang ditinggalkan.

Lalu apa boleh melaksanakan Puasa Qadha Ramadan berbarengan dengan Puasa Rajab?

Melansir laman Nahdlatul Ulama Online atau NU online, M. Mubasysyarum Bih menuliskan artikel dengan judul "Bolehkah Niat Puasa Rajab Digabung dengan Qadha Puasa Ramadhan?" memberikan penjelasan seputar ibadah tersebut.

Puasa Rajab merupakan salah satu puasa yang sunnah dilakukan sebagaimana bulan-bulan mulia lainnya (Muharram, Dzulqa’dah dan Dzulhijjah).

Meski tidak ada hadits shahih yang secara khusus menjelaskan keutamaan Puasa Rajab, namun kesunnahan Puasa Rajab sudah tercakup dalam dalil anjuran berpuasa secara umum dan anjuran umum berpuasa di bulan-bulan mulia.

Persoalan muncul ketika sebagian orang masih memiliki tanggungan Utang Puasa Ramadan, apakah boleh baginya menggabungkan niat puasa Rajab dengan qadha’ puasa Ramadan?

Puasa Rajab sebagaimana puasa sunnah lainnya sah dilakukan dengan niat berpuasa secara mutlak, tidak disyaratkan ta’yin (menentukan jenis puasanya). Misalkan dengan niat “Saya niat berpuasa karena Allah”, tidak harus ditambahkan “karena melakukan kesunnahan Puasa Rajab”.

Sementara Puasa Qadha Ramadan tergolong puasa wajib yang wajib ditentukan jenis puasanya, misalkan dengan niat “Saya niat berpuasa qadha Ramadan fardhu karena Allah”.

Menggabungkan niat Puasa Rajab dengan Puasa Qadha Ramadan hukumnya diperbolehkan (sah) dan pahala keduanya bisa didapatkan.

Bahkan menurut Syekh al-Barizi, meski hanya niat mengqadha puasa Ramadan, secara otomatis pahala berpuasa Rajab bisa didapatkan.

Kesimpulan di atas didasarkan atas keterangan dalam kitab Fathul Mu’in beserta hasyiyahnya, I’anatuth Thalibin sebagai berikut:

وبالتعيين فيه النفل أيضا فيصح ولو مؤقتا بنية مطلقة كما اعتمده غير واحد

(وقوله ولو مؤقتا) غاية في صحة الصوم في النفل بنية مطلقة أي لا فرق في ذلك بين أن يكون مؤقتا كصوم الاثنين والخميس وعرفة وعاشوراء وأيام البيض أو لا كأن يكون ذا سبب كصوم الاستسقاء بغير أمر الإمام أو نفلا مطلقا

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved