Berita Timor Rote Sabu
Tujuh Lagu Manggarai Dinyanyikan Ivan Nestorman di Jakarta
Tujuh lagu Manggarai akan dinyanyikan Ivan Nestorman, musisi asal Flores ini di Jakarta
Penulis: omdsmy_novemy_leo | Editor: Rosalina Woso
Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Novemy Leo
POS KUPANG.COM, SOE-- Tujuh lagu Manggarai akan dinyanyikan Ivan Nestorman, musisi asal Flores ini di Jakarta, Kamis (28/9/2017)
Tujuh lagu manggarai dan satu lagu bahasa inggris dalam.album Legacy ini akan diluncurkan dalam konser tunggal Ivan di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail Kuningan, Jakarta.
Seluruh musik album ini akan dimainkan Ivan Nestorman dalam konser tunggalnya itu, kecuali beberapa solo gitar seperti pada lagu Awo Flores, Mogi dan Ce Ce Ce dimainkan Tohpati, Ray Sandoval (pemusik asal London) dan gitaris asal Flores, Illo Djeer.
Menurut Ivan, lagu-lagu pada album Legacy tersebut dikerjakan selama tiga tahun, dan merupakan salah satu album yang diharapkan memperkuat ikon ethnis dalam karya-karya Ivan.
Seperti diketahui, musik neotradisi adalah musik yang berpijak pada motif-motif tradisi yang diekspresikan secara kontemporer, seperti melalui perpaduan etnis-jazz. Karya-karya yang kental dengan musik neotradisi Ivan yang populer dan dicover dalam berbagai versi, antara lain Mogi Dheo Keze Walo, Mata Leso Ge, E Wada.
Sementara itu, karya-karya Ivan lainnya yang telah dikenal publik antara lain melalui Nera Project, Komodo Project, dan Album Flores The Cape of Flower.
Konsistensinya mengusung musik ethnis Flores, NTT menjadikan Ivan Nestorman dikenal sebagai salah satu ikon musik ethnis Flores dan mendapat julukan "The Man of Eastern Voice."
Konser tunggal Ivan Nestorman kali ini juga mengusung misi lebih mempopulerkan lagu Mogi Dheo Keze Walo ke kancah internasional.
Ivan mengatakan, tren musik global saat ini adalah mengangkat musikalitas dan ragam tarian ethnis ke layar global melalui perpaduan musik kontemporer.
Mogi Dheo Keze Walo telah sukses menjadi salah satu lagu yang memprovokasi lahirnya line dance, yang secara massal diikuti oleh segenap lapisan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.
"Saya ingin Mogi Dheo Keze Walo lebih mendunia demi memperkenalkan khasanah musik ethnis Indonesia, terutama budaya Flores, NTT ke kancah global. Mogi go internasional," kata ivan, Rabu (27/9/2017) sore.
Sebagai ikon musik ethnis Flores - NTT, Ivan memang sering sekali mewakili provinsi tersebut mempromosikan budaya NTT di kancah internasional.
Kesempatan tersebut digunakan Ivan untuk memperkenalkan dan mempopularkan budaya NTT melalui musik neotradisi ke kancah global, seperti USA, Eropa, Afrika, Timur Tengah, Asia dan Australia.
Untuk diketahui, Ivan Nestorman, musisi asal Flores, NTT, bikin Konser Tunggal 25 Tahun Berkarya dalam jalur musik neotradisi, Kamis (28/9/2017) di Jakarta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ivan_20170927_182921.jpg)