Belu Terkini

Program JKN Jadi Penyelamat Buat Desi

Menurutnya, kehadiran Program JKN telah memberi dampak besar terhadap penjaminan pelayanan di fasilitas kesehatan.

Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
PESERTA JKN - Maria Desi Sila (27) yang merupakan seorang mahasiswa di Universitas Timor telah menjadi peserta JKN melalui segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - BPJS Kesehatan sebagai badan penyelenggara Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus berupaya meningkatkan kualitas layanan bagi seluruh peserta. 

Upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap peserta JKN merasakan manfaat perlindungan kesehatan secara optimal serta merasa terbantu dan puas dengan pelayanan yang diberikan.

Sebagai peserta JKN, Maria Desi Sila (27) yang merupakan seorang mahasiswa di Universitas Timor telah menjadi peserta JKN melalui segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK). 

Menurutnya, kehadiran Program JKN telah memberi dampak besar terhadap penjaminan pelayanan di fasilitas kesehatan.

Ia membagikan pengalaman berharganya saat memanfaatkan JKN Kesehatan untuk menjalani operasi usus buntu di Rumah Sakit St. Carolus (RSSC), daerah Jakarta Pusat.

Baca juga: Program JKN Permudah Akses Berobat, Yane: Cukup Tunjukkan KTP, Semua Terjamin!

“Sebelum saya balik lagi ke daerah NTT ini saya sempat merantau bekerja di home care daerah Jakarta. Di sana saya merawat para pasien, tapi ternyata malah saya yang jatuh sakit di tanah Rantau,” ujarnya. Selasa (21/10/2025). 

Desi sapaan khas nya bercerita jika mulanya ia merupakan sosok pekerja keras yang mana ia selalu memperhatikan kesehatannya. Namun jika sakit telah melanda hal yang tak terduga pun dapat terjadi.

“Awalnya saya merasakan sakit perut seperti nyeri, tetapi saya kira saya terkena diare karena kurang nya serat membuat saya susah untuk buang air, tetapi lama kelamaan nyeri yang saya rasakan ini seperti berbeda membuat perut saya terasa sangat begah," ungkapnya.

Setelah merasakan gejala itu Desi pun bergegas menuju UGD rumah sakit St. Carolus. Sesampainya ia di sana, dokter langsung memeriksa keadaannya, dan Desi dinyatakan mengidap penyakit usus buntu, dimana ia disarankan untuk menjalani rawat inap dan segera menjalani tindakan operasi serta rangkaian pengobatan.

“Saya tidak tahu lagi jika saya tidak terdaftar sebagai peserta JKN mungkin biaya yang akan saya keluarkan sangat besar. Jika dihitung-hitung kemungkinan saya harus mengeluarkan uang sebesar Rp14.000.000,” ungkap Desi.

Setelah dua hari menjalani rawat inap, Desi langsung mendapatkan jadwal operasi. Desi menjelaskan ketika dirinya mengurus administrasi di rumah sakit ia tidak dipersulit, ia hanya menunjukkan KIS digital yang diakses melalui Aplikasi Mobile JKN dan bisa langsung dilayani.

“Setelah seminggu menjalani rawat inap dokter pun memperbolehkan saya untuk pulang dengan instruksi bahwa saya harus melakukan kontrol lagi di rumah sakit. Dari awal masuk rumah sakit, menjalani operasi, hingga penyembuhan luka semuanya gratis tanpa dipungut biaya, makanan pun diantarkan ke kamar, dokter dan perawat semua ramah dan sangat membantu saya dalam proses penyembuhan,” jelasnya.

Minggu pertama setelah keluar dari rumah sakit ternyata luka setelah operasi sedikit terbuka, Desi pun langsung menuju rumah sakit untuk menutup luka nya. Tentu saja tanpa perlu membayar sepeserpun. Desi menerangkan meskipun ia terdaftar dengan hak kelas 3 tetapi ia tidak merasakan diskriminasi tertentu oleh pihak rumah sakit, ia merasa sangat bersyukur karena dengan adanya Program JKN.

“Saya juga sempat memindahkan faskes pertama saya dari NTT ke daerah Jakarta pada saat itu agar lebih memudahkan saya dalam mengakses pelayanan kesehatan. Saya berharap program yang sangat baik ini bisa terus berjalan, karena saya sudah merasakan sendiri manfaatnya. Program ini bukan hanya program biasa tetapi dengan adanya program ini banyak nyawa yang telah tertolong,” tuturnya.

Sebagai penutup, Desi berterima kasih kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan yang telah menyelenggarakan program ini semoga semakin banyak masyarakat Indonesia yang bisa merasakan manfaat dari program ini. (*/gus) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved