Minggu, 26 April 2026

Malaka Terkini

Petani Desa Raimataus Minta Pemkab Malaka Atasi Masalah Irigasi yang Kering

Kondisi tanah yang mulai retak dan mengering membuat tanaman padi milik warga sulit berkembang. Bahkan, sebagian tanaman mulai menguning

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/KRISTOFORUS BOTA
Kondisi sawah di Desa Raimataus yang kering akibat saluran irigasi yang tidak dialiri sejak satu bulan terakhir. Keadaan ini membuat petani mengeluh karena tanaman padi terancam gagal tumbuh. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota

POS-KUPANG.COM, BETUN - Sejumlah petani di Desa Raimataus, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, mengeluhkan saluran irigasi yang tidak dialiri air sejak lebih dari satu bulan terakhir. Akibatnya, sebagian besar area pertanian mengalami kekeringan dan tanaman padi terancam gagal tumbuh.

Kondisi tanah yang mulai retak dan mengering membuat tanaman padi milik warga sulit berkembang. Bahkan, sebagian tanaman mulai menguning karena kekurangan air.

“Kami khawatir padi yang sudah kami tanam tidak bisa dipanen karena tidak ada pasokan air. Hampir semua sawah warga kondisinya sama, kering dan padinya tidak tumbuh,” kata Marianus Nahak, salah satu petani di Desa Raimataus, kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (1/8/2025).

Marianus mengungkapkan, seharusnya air irigasi bisa mengalir ke lahan pertanian warga. Namun, karena ada lima desa yang berada di hulu saluran irigasi menutup aliran air, Desa Raimataus yang berada di hilir tidak mendapatkan pasokan.

“Air ini sebenarnya bisa mengalir, tapi karena ada lima desa di atas yang menutup saluran irigasi, kami yang di bawah jadi kekurangan. Maka dari itu, kami minta perhatian dari Pemkab Malaka agar bisa mengatur distribusi air secara adil,” ujarnya.

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat dengan Jackson Kiik Rintis Usaha Depot Air Minum di Tabene Malaka Tengah

Para petani berharap Pemerintah Kabupaten Malaka segera turun tangan untuk menyelesaikan persoalan ini, agar tanaman padi mereka tidak mengalami gagal panen.

“Kemungkinan besar padi bisa mati. Mau bagaimana lagi, memang ini kondisi alam, tapi kami harap ada perhatian pemerintah supaya air bisa dibagi rata dan semua petani bisa tanam,” tambah Marianus. (ito)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved