Sosok dan Profil
Sosok Goris Batafor, Mengalirkan Hasil Tani NTT Langsung ke Meja Konsumen
Goris- demikian akrab disapa telah mengabdikan diri dalam dunia pendidikan tinggi dan penelitian sejak lebih dari satu dekade terakhir
POS-KUPANG.COM, KUPANG- Nama lengkapnya, Gregorius G Batafor, SE, MM. Kesehariannya adalah Dosen Lektor di Politeknik Pertanian Negeri Kupang.
Goris- demikian akrab disapa telah mengabdikan diri dalam dunia pendidikan tinggi dan penelitian sejak lebih dari satu dekade terakhir.
Lulusan Magister Manajemen dari Universitas Udayana (2012) ini dikenal sebagai sosok yang mendalami secara serius bidang Supply Chain Management dan Manajemen Perusahaan, terutama dalam konteks pertanian di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sejak tahun 2014, Goris aktif melakukan penelitian mendalam tentang rantai pasok produk-produk pertanian.
Baik yang diperdagangkan keluar dari NTT maupun yang masuk ke wilayah ini dari berbagai daerah di Indonesia.
Baca juga: Sosok Semy Stefanus Dethan, Purna Tugas dengan Semangat Disiplin dan Keteladanan
Kepakarannya dalam bidang perdagangan antar-pulau menjadikannya salah satu referensi penting di lingkup akademisi maupun praktisi untuk wilayah NTT–Sulawesi–Jawa Timur.
Kini, pria asal Kabupaten Lembata ini tengah memfokuskan perhatiannya pada sebuah proyek pengembangan konsep farm-to-table di Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.
Ia menggandeng Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Gading Taruna untuk mendorong terbentuknya rantai distribusi langsung dari petani ke konsumen dalam bentuk outlet penjualan produk hortikultura segar.
Goris tidak hanya sekadar 'omon-omon' tanpa bukti nyata di lapangan.
Beberapa langkah konkret yang sedang dijalankan antara lain, merekrut tenaga teknis untuk pemasaran digital, desain konten, perencanaan produksi, serta pembukuan dan analisis usaha.
Baca juga: Sosok Adrianus Seran Kolik, Aktivis yang Kini Jadi Pimpinan Cabang BPR Danamas Betun
Menyiapkan lokasi outlet, menyusun rencana bisnis, desain dan tata letak toko, serta sistem manajemen stok dan promosi berbasis online-to-offline (O2O).
Goris percaya bahwa penguatan kapasitas SDM lokal dan integrasi sistem pemasaran digital dapat menjadi jawaban atas tantangan klasik distribusi hasil pertanian di NTT.
Dengan pendekatan berbasis riset dan praktik, ia terus berupaya menghadirkan model manajemen usaha tani yang efisien dan berkelanjutan.
Proyek ini dirancang sebagai model integratif yang tidak hanya memperpendek rantai distribusi hasil pertanian.
Tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui pelatihan dan pemanfaatan teknologi pemasaran digital.
Baca juga: Sosok Yuliana Kolo, Penjahit yang Sudah 35 Tahun Setia Menekuni Dunia Menjahit
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.