Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Sabtu 26 Juli 2025, "Terima Kasih Papa dan Mama"
Mereka hidup rukun, taat beribadah kepada Tuhan dan melakukan banyak perbuatan baik. Namun demikian, ada satu hal
Renungan Harian Katolik Suara Pagi
Bersama Pastor John Lewar, SVD
Biara Soverdi St. Yosef Freinademetz
STM Nenuk Atambua Timor – NTT
Sabtu, 26 Juli 2025
Peringatan Wajib
St. Yoakim dan Anna,
Orangtua SP Maria
Sir. 44:1,10-15; Mzm. 132:11,13-14,17-18; Mat. 13:16-17
Warna Liturgi Putih
Terima Kasih Papa dan Mama
Hari ini kita merayakan Pesta Santo Yoakim dan Santa Anna. Keduanya adalah orangtua kandung Sta. Perawan Maria, tinggal di Nazaret dan berasal dari keturunan Raja Daud.
Mereka hidup rukun, taat beribadah kepada Tuhan dan melakukan banyak perbuatan baik. Namun demikian, ada satu hal yang membuat mereka sedih; Tuhan belum memberi mereka seorang anak pun.
Keduanya selalu berdoa tidak putus - putusnya dan juga berziarah ke Yerusalem sesuai adat kebiasaan Yahudi. Selama bertahun-tahun, mereka memohon kepada Tuhan untuk memberinya anak.
Anna berjanji untuk mempersembahkan anaknya itu kelak kepada Tuhan. Harapan dan kerinduan menjadi sebuah kenyataan. Ketika sudah lanjut umurnya, Tuhan menjawab dan mengabulkan doa mereka dengan cara yang luar biasa.
Anna melahirkan seorang anak, Maryam, Maria yang kelak melahirkan Yesus. Perempuan yang paling kudus di antara semua perempuan ini akan menjadi Bunda Allah.
Anna merawat Maria kecil dengan penuh kasih sayang selama beberapa tahun. Kemudian dipersembahkannya puterinya itu kepada Tuhan, seperti yang telah dijanjikannya. Maria tinggal di Bait Allah di Yerusalem. Yoakim dan Anna melanjutkan kehidupan mereka dengan berdoa hingga tiba saatnya Tuhan
memanggil mereka pulang ke rumah Bapa di surga.
Semua mata memadang kagum kepada Santa Perawan Maria. Namunsatu yang pasti bahwa Maria tidak turun dari langit, atau muncul dari perut bumi, melainkan lahir dari sepasang suami-istri: Yoakim dan Ana.
Kesucian dan kedekatan mereka dengan Tuhan yang mereka sembah, membentuk sifat dan aklak buah hati mereka yakni Maria. Maria, sang putri lahir dan tumbuh sebagai seorang gadis suci, takut akan Tuhan dan akhirnya terpilih di antara semua perempuan untuk mengandung dan melahirkan Yesus, Sang Penyelamat manusia.
Karena itu, seraya kagum akan kesederhanaan hidup pasangan suami istri Yoakim dan Ana yang sangat bersahaja itu, maka hati dan pandangan kita diarahkan kepada dua sosok penting dalam hidup kita, dalam hidup setiap anak, yakni papa dan mama kita.
Dari keterbatasandan kekurangan, mereka telah membentuk, mendidik dan membina kita sehingga kita seperti apa adanya sekarang ini. Siapa pun dan apa pun yang mereka telah perbuat, yang mungkin telah menyakiti hati kita, tapi satu yang takan bisa kita singkirkan dari kenyataan bahwa mereka adalah
orang tua kita.
Rasa syukur dan terima kasih adalah persembahan yang terindah, yang bisa kita berikan kepada Tuhan atas kurnia terbaik bagi kita yakni kita mempunyai seorang laki-laki yang kita sapa “ayah, papa” dan seorang perempuan yang kita sebut “mama, ibu.”
Mari kita meneladani sikap kedua orangtua Bunda Maria. Dengan mengandalkan rahmat Tuhan, berjuang untuk hidup kudus dan selalu percaya akan kebaikan Tuhan.
Tanamkan nilai-nilai iman, harap dan kasih, ketaatan dan kesetiaan kepada putra-putri kita, dengan demikian sejak dini mereka sudah belajar membuka mata hati untuk menangkap kehadiran Tuhan, di balik setiap peristiwa kehidupannya dan membuka telinga hati mereka untuk mendengarkan suaraNya yang membimbing dan menuntun mereka menuju jalan keselamatan.
Kita ucapkan terimakasih kepada papa dan mama yang telah melahirkan dan membesarkan kita.
Doa:
Ya Allah Bapa, Allah Putera dan Allah Roh Kudus, kami mengucap syukur kepada-Mu atas rahmat kehidupan ini. Kami juga bersyukur atas rahmat sakramen perkawinan yang Engkau anugerahkan kepada orangtua,kepada pasangan suami istri.
Bersama Santa Anna, kami berdoa dan memohon kerahiman-Mu. Anugerahkanlah kepada pasangan suami istri yang merindukan seorang anak sebagai buah kasih mereka. Sudah cukup lama mereka berusaha untuk memiliki seorang anak, namun belum juga berhasil.
Berdoalah bagi keluarga kami kepada Allah Yang Maharahim,sebagaimana dulu engkau berdoa memohon kelahiran seorang anak dari buah rahimmu... Amin.
Sahabatku yang terkasih. Selamat Pesta Santo Yoakim dan Santa Anna. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Bapa dan Putera dan Roh Kudus...Amin. (Pastor John Lewar SVD)
| Renungan Harian Katolik Sabtu 10 Januari 2026, "Berjiwa Besar dan Rendah Hati" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Sabtu 10 Januari 2026, Saling Rebut Kuasa: Kehilangan Karunia Surgawi |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Sabtu 10 Januari 2026, "Ia Harus Makin Besar" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Jumat 9 Januari 2026, "Aku Percaya Tuhan akan Selalu Ada Untukku" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Jumat 9 Januari 2026, "Menyerahkan Beban Tak Terpikulkan Kepada Tuhan" |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/RP-Jhon-Lewar-SVD-menyampaikan-Renungan-Harian-Katolik.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.