SMAN 7 Kota Kupang Lanjutkan Inovasi Pendidikan Lewat Simulasi Permainan Hoki

Ke depan, satu kelas rombongan belajar akan diidentifikasi dan dikembangkan khusus untuk siswa-siswi yang berfokus pada cabor hoki.

Editor: Sipri Seko
POSKUPANG.COM/EUGENIUS BORO
SIMULASI - SMAN 7 Kota Kupang kembali melangkah lebih maju dengan menggelar kegiatan simulasi atau demonstrasi permainan hoki di lingkungan sekolah, Jumat (18/7/2025). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eugenius Suba Boro

POS-KUPANG.COM, KUPANG —  Setelah sukses melaksanakan sosialisasi cabang olahraga (cabor) hoki pada Rabu, 16 Juli 2025, SMAN 7 Kota Kupang kembali melangkah lebih maju dengan menggelar kegiatan simulasi atau demonstrasi permainan hoki di lingkungan sekolah, Jumat (18/7/2025).

Kegiatan ini dibawakan langsung oleh Henock Bire, S.Pd., yang juga merupakan pelatih dan penggerak cabor hoki di sekolah tersebut. Simulasi ini menjadi bagian dari tindak lanjut strategis SMAN 7 Kupang dalam mewujudkan pembentukan Kelas Khusus Cabor Hoki sebagai bagian dari sistem pendidikan formal.

Ke depan, satu kelas rombongan belajar akan diidentifikasi dan dikembangkan khusus untuk siswa-siswi yang berfokus pada cabor hoki.

Dalam pelaksanaannya, kurikulum akademik kelas khusus ini akan mengadopsi Kurikulum SKO Flobamorata Kupang, dengan proporsi 60 persen untuk pembelajaran olahraga (keunggulan makro) dan 40 persen untuk pembelajaran akademik (keunggulan mikro).

Tidak hanya prestasi olahraga yang ditekankan, namun juga pembentukan sikap, karakter, dan perilaku yang terintegrasi dalam proses pembelajaran.

“Prestasi olahraga hoki harus menjadi fokus utama, didukung oleh keunggulan akademik dan perilaku siswa. Ini adalah arah baru pendidikan olahraga di NTT, khususnya di SMAN 7 Kupang,” jelas Frans Sales di sela-sela kegiatan.

Langkah inovatif ini bukan hanya bertujuan meningkatkan mutu olahraga di sekolah, tetapi juga ingin melahirkan generasi muda berprestasi yang mampu bersaing di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional.

Pihak sekolah juga mengajak seluruh elemen masyarakat  pelajar, mahasiswa, pemuda lintas agama, dan komunitas sosial untuk mendukung dan menjadikan cabor hoki sebagai budaya gerak di NTT.

“Mari kita budayakan hoki sebagai kebiasaan positif, kebanggaan daerah, dan jalan menuju prestasi olahraga. Membangun NTT bisa kita mulai dari dunia olahraga, khususnya hoki,” pungkas Frans Sales penuh semangat. (uge)

 

 

 

Baca berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE.NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved