Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen Kamis 3 Juli 2025, Pendidikan Kristen: Kenallah Allahmu!
Tidak ada pertentangan, persaingan, maupun hirarki. Yesus menyebutkan Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus untuk menyatakan ke-Tritunggal-an Allah yang esa
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Renungan Harian Kristen Kamis (3/7/2025), dengan judul Pendidikan Kristen: Kenallah Allahmu!.
TUHANlah Allah kita, TUHAN itu esa!.
Renungan Harian Kristen ini merujuk pada Kitab Ulangan 6:4-7.
Artikel ini dilansir dari buku Renungan Harian Suluh Injil, ditulis oleh anggota Komunitas Suluh Injil.
Renungan berdasarkan Alkitab dan ajaran iman Kristen, yang bersumber dari Alkitab - LAI Terjemahan Baru Edisi 2 (TB2).
POS-KUPANG.COM telah mendapat izin dari Pdt. Yudith A. Nunuhitu Follabessy, M.Si, anggota Tim Penyusun Renungan Harian Suluh Injil edisi Juli 2025.
Baca juga: Renungan Harian Kristen Rabu 2 Juli 2025, Pendidikan Kristen: Panggilan Memuridkan
Renungan Harian Bulan Juli 2025 ini mengusung tema Pendidikan Kristen, berakar dalam pengajaran, berbuah dala, tindakan.
Simak selengkapnya Renungan Harian Kristen:
PENDIDIKAN KRISTEN bertugas memastikan apa yang Allah perintahkan dan Yesus amanatkan sebagaimana tertulis di dalam Alkitab, dapat dilaksanakan, yakni mengenal siapa Allah yang sejati dan mengasihi-Nya.
Bagaimana mengasihi Allah harus dimulai dari mengenal Dia.
Allah mengatakan kepada Musa, “TUHANlah Allah kita, TUHAN itu Esa.” Pertama, TUHAN itu Allah kita. Tuhan yang dimaksudkan ialah Tuhan Sang Pembebas.
Dari pengalaman di Mesir dengan status budak dan keluar dari perbudakan Mesir, bangsa Israel dituntun oleh Musa untuk mengenal satu Allah yaitu Sang Pembebas.
Baca juga: Renungan Harian Kristen Selasa 1 Juli 2025, Pendidikan Kristen
Belajar mengenal Allah Sang Pembebas menjadi efektif ketika bangsa Israel terlepas dari ikatan perbudakan penyembahan kepada allah-allah Mesir, termasuk Firaun.
Mereka dibebaskan agar dapat belajar mengenal dan menyembah Allah Sang Pembebas, menuju tanah perjanjian.
Kedua, TUHAN itu Esa! Bangsa Mesir dan bangsa lain, menyembah banyak allah tetapi bangsa Israel harus menyembah Tuhan, Allah yang esa, yang satusatunya. Kata “esa” bukan menyatakan jumlah atau angka, melainkan kesatuan hakikat, kesatuan kuasa, kehendak dan karya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Renungan-harian-Kristen-1-Juli-2025.jpg)