TTU Terkini
Polisi dan Penggalan Litani Kaum Difabel dari Perbatasan Negara Indonesia-Timor Leste
Ibu dua anak ini merupakan seorang penyandang disabilitas dengan keterbelakangan mental
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Edi Hayong
Konsumsi Beras 2 Kilogram Sepekan
Kehidupan yang sulit mendorong Gaudensiana dan keluarganya harus irit dalam segala hal. Ia dan ibunya setiap hari mengonsumsi jagung. Hasil dari kebun mereka.
Sedangkan Yosep dan dua orang cucunya mengonsumsi beras. Ia memberikan takaran 2 gelas beras setiap kali memasak. Yosep tidak bisa mengonsumsi beras karena usia yang sudah lanjut.
Dalam sepekan, ia hanya membeli 2 kilogram beras. Itupun hanya dikonsumsi oleh ayahnya, dan dua orang anaknya. Dengan demikian, dalam sebulan mereka hanya mengonsumsi 8 kilogram beras.
Gaudensiana mengakui bahwa keluarganya tidak memiliki lahan sawah. Kebun sepetak milik keluarga tersebut dimanfaatkan untuk menanam jagung.
Yosep (ayah dari Gaudensiana) bekerja sebagai seorang penyuling minuman tradisional sopi. Mengingat usianya yang sudah lanjut, Yosep hanya menyadap 5 pohon lontar.
Baca juga: Jelang HUT ke-79 Bhayangkara, 22 Etnis Budaya di NTT Tampil dalam Pagelaran Budaya
Gaudensiana memiliki 2 orang anak. Anak pertama saat ini sedang duduk di bangku kelas V SD (sekolah dasar). Sedangkan anak kedua sedang mempersiapkan diri mengenyam pendidikan di jenjang SD.
Kado HUT Bhayangkara
Dalam benak Gaudensiana, setiap tahun pada pada akhir Bulan Juni merupakan momentum istimewa bagi dirinya dan keluarga. Pasalnya, mereka selalu akan memperoleh berkat berlimpah menjelang peringatan HUT ke-79 Bhayangkara.
Tidak hanya menjelang perayaan HUT Bhayangkara. Nyaris setiap bulan mereka dikunjungi Bhabinkamtibmas Desa Letmafo Timur untuk berbagi suka duka.
Gaudensiana tidak kaget ketika dikunjungi penulis dan Bhabinkamtibmas Desa Letmafo Timur, Brigpol Antonius T. Bosko, S. Ip dan penulis. Raut wajahnya datar.
Selain memiliki pertalian darah, kehadiran Antonius adalah berkat bagi mereka. Wajah malu Gaudensiana tampak jelas terlihat. Kata terima kasih keluar dari perempuan ini dengan nada suara pelan.
Baginya, Brigpol Antonius adalah pelindung dan penolong bagi mereka. Sebagai masyarakat biasa, dikunjungi Kapolsek dan para polisi adalah sebuah kebanggaan dan kehormatan terbesar.
Baca juga: Peringati HUT ke-79 Bhayangkara, Polres Sabu Raijua Upacara Tabur Bunga
Beberapa kali dikunjungi Kapolsek dan polisi menjelang Hari Bhayangkara adalah kado yang istimewa dan sangat berharga.
Hidup Harus Jadi Berkat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pose-Bhabinkamtibmas-Desa-Letmafo-Timur.jpg)