Menuju Kemandirian, KONI Pusat dan Djarum Foundation Gelar PON Beladiri 2025
Momentum ini untuk mendukung penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri 2025 yang akan digelar pada Oktober 2026
POS-KUPANG.COM - Djarum Foundation dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat bersama PT Perada Swara Productions resmi melaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama di kantor KONI Pusat Senayan, Jakarta, pada Selasa 17 Juni 2025. Momentum ini untuk mendukung penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri 2025 yang akan digelar pada Oktober 2026 di GOR Djarum Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah.
Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI Purn Marciano Norman, mengapresiasi dukungan penuh Djarum Foundation terhadap penyelenggaraan PON Beladiri 2025 di Kudus. Kolaborasi sinergis antar pihak swasta dengan induk organisasi pembina olahraga prestasi ini diharapkan dapat berjalan lancar, serta mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang akan mengharumkan nama bangsa di ajang multi event internasional prestisius.
“Djarum Foundation layak mendapat apresiasi setinggi-tingginya atas langkah konkret dan berkelanjutan mereka dalam mendukung olahraga nasional. Dukungan terhadap PON Beladiri 2025 adalah bagian penting dari upaya bersama membangun ekosistem olahraga yang sehat, kompetitif, dan berprestasi,” kata Marciano Norman usai acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama PON Beladiri 2025.
PON Beladiri 2025 ini akan mempertemukan 10 cabang olahraga beladiri mulai dari pencak silat, tarung derajat, karate, taekwondo, gulat, judo, jujitsu, sambo, kempo, hingga wushu. Menariknya, PON Beladiri 2025 sepenuhnya dibiayai melalui kolaborasi dengan sektor swasta, tanpa melibatkan dana pemerintah.
“Ini merupakan PON Beladiri pertama yang memang menjadi rencana KONI membuka ruang kolaborasi dengan pihak ketiga. Jadi pada PON Beladiri ini sepenuhnya dari swasta. Kami yakin dan percaya dengan track record Djarum Foundation terhadap pembinaan atlet maupun penyelenggaraan kejuaraan olahraga, akan menyukseskan PON Beladiri 2025 selaras dengan lahirnya atlet-atlet bela diri kebanggaan Indonesia,” jelas Ketum KONI Pusat menyinggung visi melahirkan atlet berprestasi dan sembari mewujudkan visi KONI menuju kemandiriannya.
Sebagai multievent nasional, PON Beladiri 2025 menjadi satu dari empat ajang baru yang dicanangkan KONI Pusat, selain Indonesia Beach Games/ PON Pantai, Indonesia Indoor Games/ PON Indoor, dan Indonesia Youth Games/ PON Remaja, yang bertujuan untuk memperluas ekosistem kompetisi, menambah kompetisi nasional untuk lahirkan atlet berprestasi dunia dan menjadi jawaban atas keterbatasan ruang kompetisi bagi cabang olahraga Beladiri non-Olimpiade yang tidak dipertandingkan pada PON XXII/ 2028 di NTT-NTB. Sebagai catatan, pada PON XXII/2028 NTT-NTB, yang dipertandingkan fokus olahraga Olimpiade, unggulan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) dan pilihan tuan rumah.
“Pada PON XXII/2028 NTT-NTB, kita mencoba untuk lebih fokus kepada cabang olahraga Olimpiade, oleh karenanya KONI Pusat harus mencari jalan bagaimana cabor lain yang tidak dipertandingkan di PON tetap punya satu multievent nasional yang menjadi salah satu tolak ukur hasil pembinaan yang dilakukan oleh pengurus provinsi cabor, KONI Provinsi, KONI Kabupaten/Kota, yang atletnya berlaga pada PON Beladiri,” jelas Ketum KONI Pusat.
“Tidak akan lahir juara tanpa kompetisi,” tegas Marciano. “Satu tekad kita bersama mewujudkan PON Beladiri yang suatu saat nanti kita harapkan melahirkan atlet bela diri berprestasi dunia,” harap Ketum KONI Pusat. *
Baca berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE.NEWS
PT Pamaersada Nusantara Buka Lowongan Kerja Finance dan Administration Officer, Ini Syaratnya |
![]() |
---|
Polres Malaka Gelar Jumat Curhat di Desa Suai, Dengarkan Aspirasi Warga Secara Langsung |
![]() |
---|
Turnamen Sepak Bola Nusakdale Berlangsung Kondusif, Polsek Pantai Baru Apresiasi Warga |
![]() |
---|
Kapolres Malaka Lepas Kontingen PS Malaka U-13 ke Turnamen Nasional di Yogyakarta |
![]() |
---|
Kelangkaan BBM Kembali Landa Rote Ndao, Antrean Kendaraan Mengular |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.