Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Minggu 15 Juni 2025, "Mengimani Misteri Tritunggal yang Tak Dimengerti"

Allah utus malaikat Gabriel kepada Maria bahwa Ia mengandung dari Roh Kudus

|
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Pater Fransiskus Funan Banusu SVD 

Renungan Harian Katolik
Minggu, 15 Juni 2025
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
HR Tritunggal Mahakudus
MENGIMANI MISTERI TRITUNGGAL YANG TAK DIMENGERTI SEPENUHNYA
(Ams 8:22-31; Mzm 8:4-5.6-7.8-9; Rm 5:1-5; Yoh 16:12-15)

"Segala sesuatu yang Bapa miliki adalah milik-Ku. Sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang Dia dengar dari Aku." (Yoh 16:15).

Walau kita mengakui bahwa tidak gampang memahami misteri Allah Tritunggal, namun kita tidak skeptis (ragu-ragu) untuk mengimani misteri agung Tritunggal itu. Kitab Suci mengajarkan kepada kita misteri kesatuan itu dalam kerja sama triniter. 

Allah utus malaikat Gabriel kepada Maria bahwa Ia mengandung dari Roh Kudus dan akan melahirkan seorang anak laki-laki yang akan diberi nama Yesus. Pesan malaikat kepada Maria, Yesus akan menjadi Anak Allah Yang Mahatinggi.

Saat Yesus dibaptis Roh Kudus turun seperti seekor burung merpati dan  Allah berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi kepada-Nya Aku berkenan. Beberapa data biblis membantu saya untuk sedikit memahami cara kerja sama triniter dan relasi kasih yang utuh dalam ke-Tritunggal-an itu.

Allah menciptakan manusia dan mengasihi serta menyelamatkannya melalui kurban Yesus Putra dalam bimbingan Roh Kudus. Karena kita percaya dan beriman kepada Tritunggal Mahakudus maka sebagai orang beriman, hidup kita berada dan berakar dalam lingkaran Trinitas.

Ketika kita lahir baru sebagai anak Allah melalui Sakramen Pembaptisan, pada dahi kita diberi tanda salib: Bapa, Putra dan Roh Kudus. Dalam beraktivitas kita awali dan akhiri doa kita dengan tanda salib. Pada peti jenazah diberi tanda salib sebelum makam ditutup. Gereja dalam misinya selalu mengarahkan dan membawa hidup kita kepada Tritunggal: Bapa, Putra dan Roh Kudus.

Roh Yesus, Roh Penolong, Roh Kebenaran selalu menyertai dan membimbing kita untuk tidak hanya beriman lalu bersatu dengan Allah Tritunggal Mahakudus, namun kita pun berdasarkan relasi kasih utuh triniter itu, kita membangun persaudaraan sejati sebagai sesama di antara kita dan dengan siapa pun yang berkehendak baik serta dengan alam lingkungan kita.

Sebab Allah menciptakan alam semesta dan segala isinya dengan kebijkaksaan ilahi-Nya. Pada mulanya adalah kebijkasanaan. Kebijaksanaan, Logos, Sabda yang darinya ada segala sesuatu ada dalam Allah. "Sudah pada zaman purba aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada." (Ams 8:23). Menurut Injil Yohanes, "Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah." (Yoh 1:1). Sabda itu jadi manusia dalam Diri Yesus.

Allah Bapa utus Yesus, Sabda Kebenaran, dan Roh Pengudus ke dalam dunia untuk mengungkapkan kepada manusia misteri agung-Nya yang mengagumkan. Melalui iman kepada Yesus Sang Putra, kita mengakui kemuliaan Tritunggal yang kekal dan menyembah keesaan-Nya dalam keagungan kuasa-Nya. Inilah manusia beriman yang memiliki keistimewaan di hadapan Tuhan sebagai makhluk tercipta yang tertebus. Pemazmur bermadah, "Kauciptakan dia hampir setara dengan Allah, Kaumahkotai dengan kemuliaan dan semarak.

Kauberi dia kuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kautundukkan di bawah kakinya." (Mzm 8:5-6). Yesus adalah Anak Allah, maka dalam misi-Nya di dunia Dia angkat kita menjadi anak-anak Allah. Melalui misi agung-Nya dan penderitaan dashyat yang dialami, Ia beri  harapan dan keselamatan kepada kita. Dalam Yesus kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah dalam cara hidup saling mengasihi, karena pengaruh Roh Kudus yang telah tercurah atas diri kita. "0leh Dia, kita beroleh jalan masuk karena iman akan kasih karunia Allah.

Di dalam kasih karunia ini kita berdiri, dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. Kita pun bermegah dalam kesengsaraan , karena kita tahu bahwa kesengsaraan menimbulkan ketekunan, ketekunan menimbulkan tahan uji, dan tahan uji menimbulkan pengharapan." (Rm 5:2-4).

Pengharapan tidak mengwcewakan, termasuk dalam upaya penuh kesabaran untuk memahani misteri agung Allah Tritunggal.

Kita menjadi tanda, alat persatuan cinta kasih Bapa, Putra dan Roh Kudus (dalam relasi triniter keluarga yang mengagumkan) agar dunia bisa bercerita dalam kegagumannya.

Oleh cinta kasih Allah Bapa, dan pengaruh Roh Kebenaran  Sang Putra, Gereja dalam misinya, utus kita ke tengah dunia untuk beri perhatian dan perawatan kasih kepada orang sakit, miskin dan terlantar serta merawat bumi, alam lingkungan kita yang sedang luka parah dan sangat menderita oleh penebangan hutan secara brutal. 

Selamat HR Tritunggal Mahakudus. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Minggu / Pekan Biasa XI/C, 150625).

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved