Longsor di Ende

Akses Jalan Dusun Detupau, Ende Putus Total Akibat Longsor, Warga Terisolir dan Aktivitas Lumpuh

Tebing-tebing di sepanjang jalan menuju Dusun Detupau tak mampu lagi menahan derasnya aliran air, hingga akhirnya material longsoran

|
Editor: Sipri Seko
POS-KUPANG.COM/HO.KADES LIKANAKA
LONGSOR - Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Likanaka, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende, selama tiga hari tiga malam berturut-turut, mengakibatkan longsor hebat yang memutus total akses jalan menuju Dusun Detupau., Rabu (11/6/2025). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo

POS-KUPANG.COM, ENDE – Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Likanaka, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende, selama tiga hari tiga malam berturut-turut, mengakibatkan longsor hebat yang memutus total akses jalan menuju Dusun Detupau.  Peristiwa ini membuat warga terisolir dan aktivitas sehari-hari lumpuh total.

Longsor terjadi pada Rabu (11/6/2025) dini hari, setelah guyuran hujan ekstrem yang tak kunjung reda. 

Tebing-tebing di sepanjang jalan menuju Dusun Detupau tak mampu lagi menahan derasnya aliran air, hingga akhirnya material longsoran berupa tanah dan batu besar meluncur deras dan menimbun badan jalan.

“Jalan menuju Detupau sekarang tidak bisa dilewati sama sekali. Banyak sekali material longsor, batu-batu besar dan tanah menutupi jalan,” ujar salah seorang warga Desa Likanaka yang enggan disebutkan namanya, Rabu (11/6/2025) malam. 

Putusnya akses ini berdampak besar bagi warga Dusun Detupau dan juga Dusun Karbo Gagaria, yang memiliki hubungan erat secara aktivitas sehari-hari.  Puluhan anak dari Karbo Gagaria bersekolah di Detupau, sementara sebagian warga juga memiliki lahan kebun di wilayah tersebut. Kini semua aktivitas itu terhenti.

Kepala Desa Likanaka, Aloysius Woda, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi ini. Ia mengatakan bahwa longsor besar ini bukan yang pertama terjadi di wilayahnya.

“Akibat hujan berkepanjangan selama tiga hari tiga malam, terjadi longsoran besar yang menutup total akses jalan dari Kampung Detupau menuju Ibu Kota Desa Likanaka dan ke Kecamatan Wolowaru. Masyarakat tidak bisa beraktivitas, dan anak-anak tidak bisa mengikuti kegiatan belajar di sekolah karena jalan satu-satunya tertutup,” ujar Aloysius, Rabu (11/6/2025) malam. 

Ia menambahkan, satu bulan sebelumnya, Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) telah membantu membersihkan longsoran di jalur yang sama.  Namun kali ini, menurutnya, volume longsoran jauh lebih besar dan sulit ditangani dengan sumber daya lokal.

“Kami bersyukur karena tidak ada korban jiwa, tapi kondisi ini sangat menyedihkan. Kegiatan masyarakat menjadi terbatas. Kami berharap ada bantuan dari pemerintah kabupaten maupun organisasi lainnya agar segera menangani longsor ini. Upaya tanggap darurat dan pemulihan infrastruktur sangat penting untuk memulihkan kehidupan masyarakat,” ucapnya. 

Hingga berita ini diturunkan, jalur menuju Dusun Detupau masih tertutup total. Warga berharap penanganan segera dilakukan sebelum potensi longsor susulan terjadi, mengingat cuaca masih belum stabil. (bet)

 

 

 

Baca berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE.NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved