Minggu, 26 April 2026

Ende Terkini

Cuaca Buruk Nelayan di Kabupaten Ende Takut Melaut

Angin kencang serta gelombang tinggi yang melanda wilayah pesisir Selatan Pulau Flores beberapa pekan terakhir mengakibatkan nelayan takut melaut.

POS-KUPANG.COM/HO
CUACA BURUK - Angin kencang serta gelombang tinggi yang melanda wilayah pesisir Selatan Pulau Flores selama beberapa pekan terakhir mengakibatkan para nelayan takut melaut. 

POS-KUPANG.COM, ENDE - Angin kencang serta gelombang tinggi yang melanda wilayah pesisir Selatan Pulau Flores selama beberapa pekan terakhir mengakibatkan para nelayan takut melaut.

Pantauan POS-KUPANG.COM, Selasa (10/6/2025) pagi di Pantai Bita di Kelurahan Mautapaga, Kecamatan Ende Timur, angin kencang serta gelombang tinggi mengakibatkan puluhan perahu nelayan terpaksa parkir di pinggir pantai. 

Selain di Pantai Bita di Kelurahan Mautapaga, puluhan nelayan di wilayah Kelurahan Tanjung, Kecamatan Ende Selatan juga enggan melaut karena cuaca buruk

Abdul Haris Abu Bakar, salah seorang nelayan rompong di wilayah Kelurahan Tanjung mengaku sudah satu minggu dirinya enggan melaut karena cuaca yang tidak bersahabat.

"Saat ini musim tenggara, para nelayan di sekitar pesisir selatan ini kesulitan melaut kecuali kita monitor di GPS untuk pastikan cuaca baru bisa melaut kalau tidak kami setengah mati musim-musim begini, kondisi ini sejak hari raya Idul Adha, tanggal 4 itu, sudah hampir satu minggu ini kami tidak melaut," kata Abdul Haris.

Ia mengaku, selama kurang lebih satu minggu belakangan dirinya tidak mendapat penghasilan sama sekali.

"Mudah-mudahan Jumat depan ini sudah bisa, kalau kita lihat dalam google (red: GPS) angin sudah agak reda, inikan anginnya 17 knot," tutur Abdul Haris.

Meski demikian dirinya tidak mengkuatirkan ekonomi keluarganya karena untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dirinya mengandalkan hasil berjualan ikan selama ini yang ia simpan.

Untuk mengisi waktu luang sambil menunggu cuaca membaik, dirinya terpaksa membeli ikan dari papalele untuk dijual kembali itupun hanya ikan-ikan yang berasal dari Kabupaten Sikka. 

Ia mengungkapkan, apabila cuaca bersahabat, dirinya bisa mendapatkan penghasilan hingga Rp 500 ribu/hari. Dengan adanya cuaca buruk, Abdull Haris mengaku sudah mengalami kerugian mencapai jutaan rupiah. 

Ia memprediksi, cuaca buruk berupa angin kencang disertai gelombang tinggi bisa terjadi hingga akhir bulan September. (bet)

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved